SBY : Jangan Sampai Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

0
343

Jakarta, Nawacitapost – Telegram Kapolri Jenderal Idham Azis yang menginstruksikanpolisi mengantisipasi penghinaan kepada presiden selama situasi pandemi virus corona, mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dikutip dari Republika.co.id, SBY berharap jangan sampai ada satupun warga Indonesia yang kena ‘ciduk’ lantaran salah berucap di tengah ancaman Covid-19 ini.

”Padahal hidup mereka sedang susah di era wabah corona ini. Jangan sampai sudah jatuh, tertimpa tangga pula,” kata SBY seperti dikutip dalam laman resmi Facebooknya @SBYudhoyono.

Pendiri Partai Demokrat ini menyatakan, dirinya memahami bahwa di tengah situasi saat ini bisa memunculkan ‘benturan’ antara elemen masyarakat dengan pihak pemerintah. Apalagi, kalau sebelumnya sudah ada benih-benih ketidakcocokan dan ketidak-sukaan antara elemen masyarakat dan pemerintah.

”Dalam keadaan darurat dan sekaligus krisis seperti sekarang ini, sebaiknya pemerintah bisa mencegah terjadinya masalah baru. Misalnya masalah sosial, ataupun masalah politik, yang bisa mengganggu upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari wabah virus corona yang mematikan ini,” ujarnya.

SBY mengimbau, agar penegak hukum mengutamakan tindakan persuasif dan pencegahan terlebih dahulu. Namun, jika tindakan persuasif dirasa sudah tidak mempan, baru dilakukan pendekatan hukum.

Selain itu mantan Ketua Umum Partai Demokrat juga memohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Menurutnya, banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, dengan sedikit kritis, tetapi justru sangat pro pemerintah.

”Amat berbahaya jika ada pihak yang menyampaikan pandangan kritisnya, dan kebetulan mereka itu pernah bertugas di pemerintahan SBY, atau sekarang tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, lantas dianggap sebagai musuh pemerintah. Sebagai musuh negara. Menurut saya, pandangan dari pihak di luar pemerintah itu tetap ada gunanya jika pemerintah sudi untuk mendengarkannya,” jelasnya.

SBY sekaligus meminta masyarakat tidak terlalu cepat menuduh pemerintah tidak serius bahkan tidak berbuat apa-apa di dalam menanggulangi wabah Covid-19. SBY mengingat dulu juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu menduduki jabatan Presiden RI. Ketika itu, kata dia, Indonesia juga sedang berada dalam krisis ekonomi global.

”Saat itu saya tegang, letih, dalam suasana seperti itu, secara bertubi-tubi dan di banyak tempat saya diserang dan dihina. Di parlemen, di media massa, dan di jalanan dengan macam-macam unjuk rasa. Kata-katanya sangat kasar dan menyakitkan,” ujar SBY. GoRiau.com