Pilih PDIP, Megawati : Ahok Butuh Parpol dan Tak Bisa Berjuang Sendiri

1
247
Pilih PDIP, Megawati : Ahok Butuh Parpol dan Tak Bisa Berjuang Sendiri

Jakarta, NAWACITA- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah bicara selama 3 jam dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Megawati Soekarnoputri, menyebut bahwa Ahok butuh parpol dan tak bisa berjuang sendiri.

“‘Pak Ahok tidak bisa berjuang sendiri, Pak Ahok butuh parpol’,” kata Ahok, menirukan ucapan Mega, dalam acara peluncuran buku ‘Panggil Saya BTP’ di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/2).

“Kita bicara 3 jam lebih tuh; soal konstitusi, parpol, berjuang sendiri,” lanjutnya.

Ahok resmi bergabung ke PDIP pada 8 Februari 2019 dan diumumkan secara resmi di Kantor DPD PDIP Bali.

Baca Juga : Menteri Agama, Fachrul Razi Layak Diganti

Sebelum berlabuh ke PDIP, Ahok beberapa kali berganti partai. Yakni, Partai Perhimpunan Indonesia Baru (2004-2008), Partai Golkar (2008-2012), dan Partai Gerindra (2012-2014).

Pada 2014, Ahok keluar dari Gerindra dan memilih jalur independen atau tanpa partai selama menjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan posisi Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden.

Ahok, yang kini menjabat Komisaris PT Pertamina (Persero) itu, pun mengaku tak mengalami dilema saat memilih PDIP pada 2019.

“Saya hanya berfikir, ketika situasi negara begitu tegang, terbelah dua, maka kita butuh satu partai nasionalis yang besar,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, internal PDIP sempat terbelah saat dirinya hendak bergabung. Ahok berkata ada beberapa kader yang menilai keberadaannya di PDIP akan menggerus suara partai. Itu karena statusnya sebagai mantan narapidana kasus penistaan agama.

“Kalau saya bisa masuk PDIP nambah suara, maka saya masuk. Itu pun beberapa teman merasa saya menurunkan suara,” ujarnya.

Usai bergabung, Ahok pun menolak berada di struktur kepengurusan partai.

“Saya berjanji jadi fungsional partai yang kalau orang ngumpul, saya ngajar, kasih semangat, meyakinkan kader partai seluruh Indonesia, bahwa jujur itu adalah harta politisi paling baik. Reputasi yang baik tidak bisa dikalahkan uang manapun. Reputasi baik modal politisi bertahan,” tutur Ahok.

Comments are closed.