Partai NasDem Buka Peluang Untuk mengusung Gibran

1
70
Partai NasDem Buka Peluang Untuk mengusung Gibran

Jakarta, NAWACITA- Fraksi Partai NasDem DPR Saan Mustofa mengungkapkan partainya membuka peluang untuk mengusung putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

Saan mengatakan, Sikap politik serupa juga berlaku untuk menantu Presiden, Bobby Nasution yang berencana maju Pilkada Medan tahun depan.

Saan menyatakan kedua nama itu, yang ingin mencalonkan diri sebagai calon wali kota, dipertimbangkan dalam proses penjaringan Bapillu DPP Nasdem.

“NasDem juga membuka penjaringan. Di sana ada nama Bobby masuk di penjaringan NasdDem untuk Medan. Tapi sama juga dengan di Solo. Mungkin juga jika ada kesepakatan koalisi dan Gibran juga melakukan penjajakan dengan NasDem itu jadi bahan pertimbangan untuk mengusung atau tidak di Pilkada kota Solo,” kata Saan di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/12).

Saan menjelaskan partainya menekankan tiga aspek untuk mengusung kandidat di Pilkada. Tiga aspek itu adalah popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas para bakal calon. Setelah tiga hal itu dimiliki oleh kandidat, Nasdem akan melihat sisi kapabilitasnya.

Baca Juga : Mesut Ozil Jadi Sorotan Banyak Pihak 2 Hari Terakhir

Saan juga mengatakan, faktor pertama yakni popularitas paling penting dalam kontestasi pilkada. Ia menilai popularitas Gibran dan Bobby tak perlu diragukan lagi karena Solo dan Medan adalah tempat tinggal mereka masing-masing.

“Terkait Gibran dan Bobby misalnya secara popularitas tentu sebagai putra tokoh dan selalu hadir di publik tingkat popularitasnya tak harus diragukan,” kata dia.

Selain itu, Saan menilai majunya Gibran dan Bobby di Pilkada tahun 2020 bukan sebagai bentuk membangun dinasti politik Keluarga Jokowi. Saan menyebut anak dan menantu Jokowi itu sekadar menapaki karier politik.

“Jadi Jokowi membuka ruang bagi putra-putranya berpolitik dari bawah. Itu karier politik, bukan dinasti politik, itu karier yang dipilih oleh Gibran dan Pak Jokowi memberikan jalan itu,” kata dia.

Menurut Saan dinasti politik bisa terjadi apabila pencalonannya terjadi di level pemilihan yang sama. Ia mencontohkan istri bupati yang mencalonkan untuk menempati jabatan yang pernah dijabat oleh suaminya, lalu diikuti pencalonan anaknya sebagai calon bupati kemudian hari.

 

Comments are closed.