PKS Sayangkan Grasi Jokowi terhadap Narapidana Korupsi

1
142
Jokowi : Pemerintah Tingkatkan Anggaran KUR Jadi Rp190 Triliun

Jakarta, NAWACITA- PKS menyesalkan langkah Presiden Jokowi memberikan grasi kepada terpidana korupsi mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Anggota Fraksi PKS Bukhori Yusuf mengatakan grasi yang diberikan Jokowi tidak sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi. Karena grasi Annas Maamun itulah, PKS meragukan komitmen Jokowi dalam pemberantasan korupsi.

“Kalau kita lihat runut ke dalam bagaimana pemerintahan Jokowi jilid II-Jilid I itu kemudian mengeluarkan grasi terus terang kami sangat menyayangkan. Karena itu tidak sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi,” ujar Bukhori dalam acara diskusi di Jakarta, Minggu (8/12).

Baca Juga : Menteri BUMN Akan Tunjuk Direksi Baru Garuda Januari 2020

Presiden Jokowi memberikan grasi selama satu tahun kepada mantan Gubernur Riau Annas Maamun. Dengan grasi itu, hukuman penjara Annas berkurang dari tujuh tahun menjadi enam tahun. Annas akan mengirup udara bebas pada tahun 2020. Annas dipenjara karena terbukti korupsi dalam alih fungsi hutan di Riau.

Bukhori menuturkan pihaknya tidak menerima alasan kemanusiaan seperti faktor usia untuk memberikan grasi kepada Annas. Dia berkata alasan itu terlalu subjektif.

Sebab, dia berkata, narapidana yang sudah lanjut usia seperti Annas jumlahnya sangat banyak. Berdasarkan data, dia mencatat ada 4.408 narapidana lansia yang hingga kira mendekam di dalam penjara dan tidak mendapat grasi dari Jokowi.

 

Comments are closed.