Wacana Menteri Kalangan Milenial Semakin Meningkat

1
220

Jakarta,NAWACITA- Stagnasi kepemimpinan nasional sejak masa reformasi dirasa perlu mendapat penyegaran. Era digital membawa beberapa nama anak muda Indonesia meraih kesuksesan besar. Hal ini membuat wacana menteri milenial untuk mengisi kabinet Jokowi-Ma‟ruf Amin semakin menguat.

Menteri Milenial dipandang sebagai sebuah alternatif untuk menyegarkan pemerintahan nasional ditengah tren pemimpin muda dunia, seperti Presiden Macron di Perancis dan Menteri Syed Saddiq di Malaysia. Wacana menteri milenial semakin menjadi bahasan hangat di tanah air setelah Presiden Joko Widodo melontarkan pernyataan tentang komposisi kabinet kedepan yang akan diisi oleh anakanak muda.

“Dunia semakin dinamis, membutuhkan warna anak-anak muda yang dinamis, energik, menyesuaikan perubahan jaman dengan cepat. Kira-kira itu bayangannya,” ungkap Jokowi di Istana Negara.

Lebih lanjut ia menjelaskan lebih spesifik tentang kebutuhan menteri kedepan, “Butuh menteri-menteri memiliki manajerial yang kuat. Ngerti manajemen yang benar, sehingga hasil-hasilnya lebih konkret,” tegasnya.

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut diperkuat oleh Wakil Presiden Terpilih, K.H. Ma‟ruf Amin setelah Halal Bihalal Dewan Syariah Nasional MUI dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta instansi terkait di Jakarta. “Saya kira karena Pak Jokowi sudah membuat pernyataan bahwa nanti akan ada menteri-menteri yang muda, bahkan beliau nyebut umur (usia) 25-70, itu artinya berarti akan ada menteri yang (milenial). ini kan prerogatif presiden, jadi saya kira memang karena potensi milenial cukup besar,”ungkap K.H. Ma’ruf Amin.

Pramono Anung yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, seperti yang diliput oleh Harian Kompas memaparkan tentang sosok professional muda yang sesuai dengan kriteria Presiden Jokowi. “Kalau ada orang dipilih Presiden, saya yakin leadership, pengalaman dan kemampuannya sangat dipertimbangkan. Bukan anak-anak muda yang tiba-tiba (menjabat), tetapi (mereka) yang punya track record, misalnya pernah memimpin perusahaan dengan capital triliunan.”kata politisi PDIP ini.

Berdasarkan kriteria yang dijelaskan Pramono, jika dikaitkan dengan hasil survei dari Arus Survei Indonesia maka setidaknya ada 3 nama yang memenuhi persyaratan tersebut. Yaitu Nadiem Makarim pendiri Go-Jek, pria berkelahiran Singapura pada 1984 yang sukses membuat Go-Jek menjadi perusahaan start-up terbesar di Indonesia dan memudahkan transportasi masyarakat Indonesia.

Lalu ada Ahmad Zaky pendiri sekaligus CEO dari Bukalapak.com yang telah berperan aktif dalam memajukan perekonomian UKM dan pelaku UKM, terakhir ada Witjaksono adalah pengusaha kelahiran Pati, Jawa Tengah yang mampu dan menjadi satu-satunya pengusaha di Indonesia yang selama 2 tahun berturut-turut mendirikan 2 perusahaan Tbk pada usia 34 tahun, Local Champions 2017 oleh Forbes, pegiat sosial, penggerak UKM serta masuk majalah Times karena 4 perusahaan yang dipimpinnya melesat dengan sangat cepat.

 

Comments are closed.