Surya Paloh Malu Jika Bahas Soal Jatah Kursi Menteri ke Jokowi

10
334
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (kanan) seusai menghadiri acara Indonesia Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (15/1). Presiden Jokowi menjabarkan program kerja pembangunan berbagai bidang baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang akan dilakukan pemerintah. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/mes/15.

Jakarta, NAWACITA-  Setelah Partai Golkar dan PKB, Senin (8/7) giliran para pengurus teras Partai NasDem yang diterima Presiden Jokowi di Istana Bogor. Dalam pertemuan selama 1,5 jam itu, menurut Ketua Umum Partai NasDem Surya Dharma Paloh sama sekali tak membicarakan soal jatah kursi menteri maupun koalisi.

Selain menerima apresiasi dan ucapan terima kasih dari Presiden Jokowi, pembicaraan lebih berkutat soal revitalisasi ideologi kebangsaan. “Jujur saja, saya malu kalau dalam pertemuan itu sampai membicarakan soal jatah kursi menteri. Sama sekali tidak,” kata Surya.

Mungkin tidak lazim bagi pimpinan partai politik untuk merasa malu membicarakan kursi. Tapi Surya menegaskan sebagai pribadi malu bila membicarakan isu tersebut. “Kalau ketua partai lain ada yang bicara itu. ya, saya menghormati dan memahaminya.”

Terkait isu rekonsiliasi yang tengah dijajaki dengan cara menawarkan Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto untuk masuk kabinet, baik Jokowi maupun NasDem, sama sekali juga tak menyinggungnya. Secara pribadi dia tak menolak kemungkinan parpol lain di kubu Prabowo bergabung ke koalisi Jokowi. Hanya, ia ragu Gerindra sebagai partai besar mau menerima tawaran tersebut begitu saja.

“Saya kenal dan bersahabat dengan Prabowo, saya yakin dia punya pride (harga diri). Urusan apa saya ikut-ikut (koalisi), apa saya serendah itu? Saya ndak yakin (Prabowo dan Gerindra) mau, Apalagi setelah persaingan yang demikian keras dan ketat,” tutur Surya membayangkan jalan pikiran Prabowo dan Gerindra.

Pada bagian lain, pemilik Media Indonesia dan Metro TV ini mengungkapkan alasannya all-out mendukung Jokowi. Juga alasan NasDem menerapkan kebijakan politik tanpa mahar. Lantas, dari mana dia dan NasDem membiayai operasional para caleg dan calon kepala daerah yang diusungnya? Simak paparan pengusaha dan tokoh pers ini dalam Blak-blakan, “Koalisi & Harga Diri Prabowo”

 

10 KOMENTAR

  1. Terimakasih atas konfirmasinya masuk atau bergabung di Nawacita semoga baik dan bermafaat. Yaahowu

Comments are closed.