TKN Optimis Jokowi-Ma’ruf Menang di Pilpres 2019

0
244

Jakarta, NAWACITA- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meyakini putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan sejalan dengan kehendak rakyat yang telah memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Dalil-dalin pemohon terutama tentang kecurangan pemilu dinilai tak terbukti selama persidangan.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, para hakim MK merupakan sosok yang diharapkan betul-betul memiliki sikap kenegarawanan. Dirinya pun sangat percaya bahwa MK mampu menjaga perannya sebagai penjaga konstitusi.

”Tapi dari melihat hasil seluruh persidangan, apa yang dituduhkan seluruh tim hukum 02 itu praktis saksi-saksinya tidak mendukung (dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif) menjadi bukti yang menguatkan terhadap apa yang mereka tuduhkan,” kata Hasto di Jakarta, Senin (24/6).

Sekjen PDI Perjuangan ini berpandangan, prinsip hukum sesungguhnya sederhana yakni bagaiman pihak yang mendalilkan adanya kecurangan dalam pemilu bisa membuktikan dugaan tersebut. Namun, dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, hal tersebut tidak terbukti.

Dalam pilpres, kata dia, kecurangan secara masif relatif sulit terjadi. Berbeda dengan pemilu legilsatif karena kontestasi begitu tajam sehingga dimungkinkan terjadi pelanggaran-pelanggaran di lapangan, baik antarparpol dalam mengusung calonnya masing-masing, maupun persaingan di internal parpol.

”Tapi itu pun dalam batas toleransi. Dihitung berdasarkan legitimasi rakyat yang kuat dengan partisipasi yang tinggi. Tertinggi dalam pemilu-pemilu sebelumnya,” kata dia.

Atas dasar itu, dirinya percaya bahwa keadilan akan ditegakkan sehingga apa yang disuarakan oleh rakyat dengan memenangkan Jokowi-Kiai Ma’ruf bisa senapas dengan keputusan MK yang akan menguatkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menempatkan Paslon 01 unggul dari Paslon 02.

Untuk diketahui, Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) MK memutuskan untuk membaca putusan PHPU Pilpres 2019 pada Kamis 27 Juni 2019. Jadwal ini lebih cepat sehari dari yang diagendakan sebelumnya, yakni Jumat 28 Juni 2019 mendatang.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengaku siap menerima apa pun putusan MK. Kendati demikian, KPU sebagai pihak pemohon berharap MK akan menolak seluruh permohonan pemohon (Prabowo-Sandi).

Dalam rekapitulasi perolehan suara tingkat nasional yang ditetapkan pada 21 Mei 2019, KPU menyatakan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandi meraih 68.650.239 suara atau 44,50 persen.