Jokowi Sempat Sebut Adian Napitupulu Jadi Menteri

1
147

Jakarta, NAWACITA- Politikus PDIP sekaligus Aktivis 98, Adian Napitupulu, sempat disebut menjadi calon menteri pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada 2019-2024.

Menanggapi hal itu, politikus Gerindra yang juga Aktivis 98, Desmond Junaidi Mahesa pun memberi komentar hingga singgung soal sejarah buruk bangsa.

Desmond Mahesa menyorot soal calon menteri yang kelak akan dipilih Jokowi, apakah betul punya peran penting bagi bangsa Indonesia atau tidak.

Jika sampai salah pilih menteri, Desmond Mahesa menyebut akan menjadi sejarah buruk untuk Indonesia.

“Ada tujuan lebih penting dari politik elektoral atau pemilu hari ini, tujuan bernegara kita sudah sampai mana? (Apakah) Dia menjalankan tujuan negara enggak untuk kepentingan masyarakat kita, untuk negara kita?”

“Kalau enggak, ini sejarah buruk buat sejarah bangsa,” kata Desmond Mahesa setelah halalbihalal DPD Partai Gerindra Banten, di Serang, Sabtu (22/06).

Meski demikian, Desmond Mahesa akan menilai Adian Napitupulu kelak ketika benar terpilih menjadi menteri.“Tapi akan teruji setelah dia memimpin,” tambah Desmond Mahesa.

Sebagai rekan sesama Aktivis 98, Desmond Mahesa mendoakan agar Adian Napitupulu bisa menjadi menteri.

“Semoga. Karena yang akan dipilih jadi menteri itu sebenarnya adalah sekretaris saya, sekjen saya,” ujar Desmond Mahesa.

Meski keduanya berada di kubu berlawanan, namun Desmond Mahesa mengaku masih menjalin hubungan baik dengan Adian Napitupulu.

Bahkan Adian Napitupulu masih memanggil dirinya dengan sebutan ‘dir’ atau ‘direktur’.
“Sampai hari ini, dia panggil saya ‘dir’, ‘direktur’. Di masa lalu, dia sekjen,” kata Desmond Mahesa.

Diketahui, Jokowi sempat mengumumkan soal pemilihan menteri dalam jajaran kabinetnya dalam buka puasa dengan Aktivis 98, Minggu 25 Mei 2019.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan aspek positif yang harus dimiliki oleh menteri jajarannya.

“Kemampuan eksekutor yang paling penting. Memiliki kemampuan manajerial yang baik, seperti mengelola sebuah ekonomi, baik ekonomi makro, kemampuan ekonomi daerah, maupun semuanya,” kata Jokowi, dikutip dari Tribunnewsbogor.com.

Jokowi kemudian menyinggung soal Aktivis 98 yang berperan bagi sejarah namun belum bisa berkontribusi nyata dalam pemerintahan Indonesia.

“Yang berkaitan dengan Aktivis 98, ini adalah pelaku sejarah, memang sebagian besar sudah ada yang menjabat Bupati, di DPR, Walikota, atau jabatan yang lain,” kata Jokowidikutip dari Kompas TV.”Tetapi saya juga mendengar ada yang belum, saya lihat di menteri belum,” imbuhnya.

Adian Napitupulu sempat terkejut mendengar pernyataan Jokowi hingga namanya disebut-sebut oleh para tamu undangan.

Menanggapi sorakan nama Adian Napitupulu, Jokowi menyebut tak menutup kemungkinan bagi Adian untuk menjadi menteri.

Comments are closed.