Demokrat Berpeluang Gabung ke Pemerintah Gegara Rugi Koalisi dengan Kubu Prabowo

0
211
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait surat Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkritik konsep kampanye akbar Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/4/2019). Partai Demokrat menegaskan masih solid mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Jakarta,NAWACITA- – Spekulasi tentang bergabungnya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau kubu pemerintah semakin menyeruak pasca elitenya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin, wajar bila partai berlogo bintang Mercy itu bergabung ke kubu pemerintah. Pasalnya berkoalisi dengan kubu Prabowo-Sandi justru merugikan Partai Demokrat.

“Wajar jika Demokrat ingin merapat ke kubu Jokowi-MA. Karena bagi Demokrat berkoalisi dengan kubu 02 banyak merugikan Demokrat,” kata Ujang, Sabtu (8/6/2019).

Ujang berpendapat, salah satu kerugian Demokrat berkoalisi dengan kubu Prabowo adalah anjloknya perolehan suara partai tersebut di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Salah satu kerugian tersebut perolehan suara Demokrat di Pileg kalah oleh PKS, PKB, dan Nasdem,” tandas dia.

Karena itu, sambung Ujang, hanya ada dua pilihan bagi Demokrat, yakni bergabung dengan kubu Jokowi ataupun “main” di tengah.

“Tak mungkin Demokrat berada di kubu 02 karena koalisi 02 secara de facto sudah tercerai berai dan Demokrat juga sudah tidak nyaman,” jelasnya.(Sumber: Okezone.com)