Bangsa Indonesia Jadi Pemarah, Din Syamsudin Serukan Merajut Ukhuwah

4
205

Jakarta, NAWACITA – Idul Fitri sudah tiba, tak terasa satu bulan penuh rakyat Indonesia yang berpuasa menjalankan ibadahnya masing-masing.

Untuk shalat Idul Fitri lingkungan Masjid Al-Azhar, pengurus menunjuk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi khatib, didampingi Bukhari Muslim sebagai imam salat, di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (5/6/2019) pagi tadi.

Din Syamsudin menyampaikan khotbah Idul Fitri tentang Indonesia Maju, dengan judul ‘Menjadi Khairu Ummah untuk Indonesia Maju, Adil Bermarwah’.

Pantauan RRI dari lokasi, Masjid Agung Al-Azhar dipadati sekitar 20-30 ribu jamaah yang berasal dari wilayah sekitarnya, seperti Kebayoran Baru, Cipete Utara, seputar Jakarta Selatan, bahkan hingga dari luar wilayah Jaksel.

Din mengatakan dalam khotbah, bangsa Indonesia saat ini telah berubah menjadi kumpulan pemarah, yang dulunya merupakan bangsa ramah.

“Inilah yang terjadi sekarang ini, dunia masih menghadapi kerusakan multidimensional berupa kemiskinan, kebodohan, kesenjangan, keterbelakangan, ketidakadilan, serta berbagai bentuk kekerasan, hingga kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan demikian juga terjadi pada kehidupan nasional semua bangsa di dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia,” ucap Din Syamsudin.

Din lanjut menuturkan, modal sosial dan budaya Indonesia mengalami pergeseran, dari semula dikenal sebagai bangsa yang ramah kini cenderung pemarah, mudah tersinggung, hingga terkadang menempuh jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Imbasnya, sebagian anak bangsa mengalami demoralisasi yaitu terjebak ke dalam fanatisme buta dalam membela kepentingan duniawi daripada mengedepankan persaingan sejati yang sehat.

“Mereka tega menghilangkan nyawa orang lain hanya karena harga diri dan persoalan sepele,” ujarnya.

oleh karena itu, khotbah ini adalah untuk mengingatkan apa yang terjadi sekarang. Sehingga Din menyerukan merajut kembali ukhuwah dengan sesama, agar semua kecenderungan negatif dari bangsa ini bisa terkikis bahkan hilang, kembali pada sifat asli bangsa Indonesia yang ramah dan baik.

Comments are closed.