Jumlah 1.100 Personel Pasukan Gabungan TNI-Polri Di Terjunkan Untuk Pengamanan Gedung MK

55
545

Jakarta, NAWACITA- Sejumlah gabungan aparat TNI-Polri masih terlihat  ketat dalam pengamanan gedung  Mahkamah Konstitusi (MK), Sabtu (25/5).

Pengamanan yang dilakukan oleh TNI dan Polri itu untuk menjaga adanya aksi massa yang mengajukan sengketa Pemilu 2019 ke MK. Terlebih, di wilayah itu berdekatan dengan Istana Negara.

Meski aksi massa telah selesai dilakukan, namun aparat kepolisian dibantu TNI tetap melakukan pengamanan mengingat sejumlah pendaftaran sengketa pemilu legislatif tetap berlangsung meski sudah melewati tenggat waktu.

Sementara itu, akses jalan menuju Istana Negara, Mahkamah Konstitusi, dan sejumlah gedung kementerian di Jalan Medan Merdeka Barat pada Sabtu masih steril dari aktivitas masyarakat.

Jalan ditutup dari depan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata hingga arah menuju Istana Negara.

Dari jembatan penyeberangan orang dekat Kementerian Pariwisata, tepatnya di belakang Patung Kuda Arjunawijaya, kawat berduri, blok-blok semen, tameng, dan beberapa mobil milik Korps Brigade Mobil (Brimob) terparkir membujur menghalangi pengendara atau pejalan kaki yang melintasi Jalan Medan Merdeka Barat.

Selain Jalan Medan Merdeka Barat, akses menuju Jalan Majapahit dan beberapa ruas jalan kecil dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Medan Merdeka Barat juga masih tertutup untuk pengendara dan pejalan kaki.

Walaupun demikian, ruas jalan tersebut masih dapat diakses oleh beberapa petugas kebersihan, awak media, pedagang makanan ringan, dan petugas keamanan.

Sementara itu, MK melalui juru bicaranya Fajar Laksono menyatakan pihaknya telah meningkatkan jumlah satuan pengamanan untuk mengamankan jalannya proses penyelesaian sengketa pemilu.

“Pengamanan pasti ada peningkatan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI,” ujar Fajar di Gedung MK Jakarta, Selasa (21/5).

Fajar mengatakan, personel gabungan TNI dan Polri yang sudah disiapkan untuk meningkatkan pengamanan di MK berjumlah 1.100 personel.

Comments are closed.