TKN Menilai Jika Prabowo Menolak Pilpres Seharusnya Pileg Juga Ditolak

0
760

Jakarta, NAWACITA – Calon Presiden Prabowo Subianto menolak hasil Pemilu 2019. Kubu rival, yakni Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, menyarankan agar caleg dari parpol kubu Prabowo tak usah dilantik menjadi anggota DPR. Namun Gerindra tidak mau. Mereka tetap ingin para caleg terpilihnya dilantik menjadi anggota Dewan.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin kembali menuntut konsistensi kubu pendukung Prabowo-Sandiaga Uno itu.

“Kalau mau ditolak, ya tolaklah semua (hasil Pilpres sekaligus Pileg 2019). Itu baru gentle,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Menurut Karding, tak ada beda antara penyelenggaraan Pilpres dengan Pileg 2019 yang pemungutan suaranya dilaksanakan dalam satu hari pada 17 April 2019 itu. Jadi, bila tidak terima dengan yang terjadi di Pilpres, maka seharusnya pihak yang tidak terima itu juga menolak hasil Pileg.

Kecurangan besar yang diklaim eksis oleh Prabowo-Sandiaga disebutnya tak lebih dari sekadar klaim. Dia menilai kubu Prabowo-Sandiaga tidak bisa menerima kekalahan di Pilpres 2019.

“Penolakan itu sebenarnya adalah bentuk emosional dan sikap tidak mau menerima kekalahan. Yang harus kita ketahui bersama, kalau dianggap ada kecurangan, maka sampaikanlah data kecurangan itu secara baik ke penyelenggara Pemilu,” kata Karding yang menyebut di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April lalu juga ada saksi dari kubu Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa tidak setuju dengan saran Karding. Desmond tetap ingin para caleg terpilih dari parpolnya dilantik menjadi anggota DPR maupun DPRD, meski mereka menolak hasil Pilpres 2019.

“Apa urusan mereka kalau kita menolak pilpres kemudian menyuruh kita menolak semuanya (pilpres dan pileg)? Ada apa ini? Santai aja lah,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Dia meminta pihak TKN Jokowi-Ma’ruf santai menghadapi perbedaan pendapat dalam berdemokrasi. Penolakan parpol pendukung Prabowo-Sandiaga terhadap hasil Pemilu 2019 adalah salah satu perbedaan pendapat itu.

“Masak, kita harus mengikuti cara berpikir TKN yang cuma memikirkan kekuasaan?” ucap Desmond menanggapi usulan TKN agar para penolak hasil Pemilu 2019 tak dilantik menjadi anggota DPR.

Menurut caleg Gerindra dari daerah pemilihan Banten II ini, kubu Jokowi-Ma’ruf hanya memikirkan kekuasaan saja tanpa paham cara menyikapi perbedaan sikap politik. Dia berujar, politik bukan hanya soal perebutan kekuasaan, namun juga soal kebangsaan.

“Jangan seolah-olah orang menolak (hasil pemilu) itu adalah sesuatu yang aneh. Dia (kubu Jokowi) keblinger saja, nggak matang. Ini cuma kayak takut kehilangan kue doang,” kata Desmond.