TKN Terkejut Kivlan Zein Ternyata Bisnis Massa Demonstran

0
608

Jakarta NAWACITA – Partai Demokrat berseteru dengan Kivlan Zein. Kedua belah pihak ini saling tuding dan saling hujat. Kivlang Zein bahkan menyebut Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik, dan tidak ingin Prabowo Subianto jadi Presiden, Disisi lain, Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief membongkar masa lalu Kivlan Zeindan menyebut mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini berbisnis massa demonstrasi.

Andi mengatakan, dulu Kivlan merupakan komandan bisnis Pamswakarsa bentukan ABRI. Kivlan, kata Andi, mendapat untung ketika Pamswakarsa membunuh puluhan orang. Pamswakarsa sendiri untuk menangkal perlawanan kelompok yang menuntut demokratisasi.

Andi menduga Kivlan kembali muncul ke publik dengan memobilisasi massa dan melontarkan pernyataan lantang demi memperoleh perhatian Prabowo Subianto. Menurut Andi, itu dilakukan Kivlan agar dapat menjalankan kembali bisnis yang dulu pernah dia jalani 1998 silam.

“Munculnya Kivlan Zein sekarang saya kira untuk mendapatkan perhatian Pak Prabowo untuk kembali membuat bisnis masa demonstrasi. Kivlan tidak peduli dengan berapa besar jatuh korban,” kata Andi.

Mendengar pernyataan Andi Arief itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin terkejut. TKN pun menduga pengerahan massa di kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama ini di bawah komando Kivlan.

“Rakyat Indonesia sangat terkejut mendengar pernyataan Andi Arief yang membocorkan rahasia penting dalam kubu paslon 02, yakni, bahwa salah seorang anggota BPN Prabowo-Sandi, yaitu Kivlan Zen berbisnis pengerahan massa untuk berdemonstrasi!” ujar anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir, kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

“Pernyataan ini semakin meyakinkan kita bahwa pengerahan massa di kampanye-kampanye Prabowo Sandi selama Pilpres ini dikerjakan oleh Kivlan Zen dalam bentuk bisnis,” sambung dia.

Inas pun menilai wajar jika cawapres Sandiaga Uno mengeluh telah mengeluarkan uang hingga Rp 1,4 triliun. Dia menduga biaya tersebut untuk membiayai pengerahan massa oleh Kivlan Zen.

“Sehingga tidak salah jika Sandiaga Uno pernah mengeluhkan bahwa ia telah mengeluarkan uang sejumlah 1,4 triliun untuk membiaya kampanye Prabowo Sandi! Dan kita bisa menduga bahwa ratusan miliar uang Sandiaga Uno tersebut dinikmati oleh Kivlan Zen,” kata Inas.

Politikus Hanura itu lantas meminta semua pihak untuk mewaspadai aksi people power yang selama ini didengungkan pendukung Prabowo-Sandiaga. Inas menduga aksi tersebut didalangi BPN Prabowo-Sandiaga dengan massa, yang menurut Andi Arief, dikerahkan oleh Kivlan.

“Akan tetapi yang perlu diwaspadai adalah rahasia BPN Prabowo Sandi yang merencanakan people power, di mana dihembuskan oleh Amien Rais, dan menurut Andi Arief, pengerahan massa-nya akan dikerjakan juga oleh Kivlan Zen yang akan dibuat seperti pamswakarsa era Soeharto di mana mereka siap melakukan kekerasan yang akan mengorbankan rakyat Indonesia demi tercapainya tujuan politik Prabowo-Sandi, yakni mengambil alih kekuasaan secara inkonstitusional!” tutur Inas.