Eggi Sudjana dan Kivlan Zein Gerakkan Demo ke Bawaslu, Tidak Ada Surat Izin

49
352

Jakarta NAWACITA –Sekelompok massa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran atau Gerak melakukan aksi unjuk rasa di gedung Bawaslu Jakarta, Kamis (9/5).

Massa yang kebanyakan terdiri dari para ibu ini berunjuk rasa sambil membawa bendera kuning, yang menurut mereka sebagai lambang bahwa demokrasi telah mati.

Ibu-ibu tersebut menuntut agar Bawaslu (badan Pengawas Pemilu) menindak dugaan kecurangan yang dilakukan kubu pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Namun akhirnya massa yang digerakkan oleh sejumlah tokoh, yakni Mayjen (purn) Kivlan Zen, Letjen (purn) Syarwan Hamid, dan anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana tidak memiliki izin demonstrasi tersebut membubarkan diri.

Ternyata, massa dalam wadah Gerak itu tidak mengantongi izin. Hal tersebut diketahui dari polisi yang meminta mereka bubar dari aksi demo.

“Perhatian, karena tidak memiliki STTP [Surat Tanda Terima Pemberitahuan] diharapkan massa agar membubarkan diri,” kata seoramg polisi melalui pengeras suara, Kamis (9/5).

Karena tidak bisa menunjukkan STTP, akhirnya Eggi dan kawan-kawan membubarkan diri. Eggi mengaku akan kembali besok siang untuk bertemu dengan Bawaslu.

Tuntutan Eggi tidak berbeda dengan tuntutan massa yaitu mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin dan mencari tahu penyebab petugas penghitungan suara bisa berguguran mencapai lebih 500 jiwa.

Sebelum dari Bawaslu, massa Gerak berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta. Mereka juga tidak memiliki STTP dan akhirnya membubarkan diri.

Comments are closed.