Komite I DPD RI Pastikan Tidak Ada Kecurangan Situng KPU

68
257

Jakarta NAWACITA – Komite I DPD RI bergerak menyikapi kabar yang beredar di media sosial yang menyebutkan tentang kecurangan penghitungan suara Pilpres 2019. Pada Rabu (8/9), Komite I DPD RI mendatangi kantor KPU RI untuk mengecek server dan sistim informasi penghitungan (Situng) KPU.

Ketua Komite I DPD RI, Benny Ramdhani menuturkan, kedatangan mereka salah satunya adalah untuk mengonfirmasi kabar di media sosial terkait kecurangan Situng KPU.

“Kami ambil keputusan untuk datang bertemu dengan jajaran komisioner KPU, juga Bawaslu terkait persoalan menonjol dan cukup ramai di media masalah situng,” ujar Benny kepada awak media di kantor KPU, Rabu (8/9).

Dari hasil cek dan konfirmasi tersebut, Komite I DPD RI meyakini tuduhan bahwa situng curang dan digunakan untuk kepentingan beberapa pihak, adalah tidak benar.

Benny didampingi Wakil Ketua Komite I DPD Yacob Esau Komigi, anggota Komite I DPD Eni Sumarni, Muhammad Idris dan Syafrudin Atasoge, disambut langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman. Arief lantas mengajak Komisi I berkeliling KPU melihat proses Situng.

“Kalau ada tuduhan selama ini disiapkan dan didesain untuk kepentingan pihak tertentu, kami berani mengatakan zero persen dari tuduhan itu,” katanya.

Dari tinjauannya, Benny memastikan data dalam situng merupakan data yang sesungguhnya yakni scan data formulir C1 yang diterima dari KPPS.

“Kami bisa memastikan selain secara teoritik maupun akademik, situng ini secara disclaimer, data entri yang ditampilkan pada menu situng suara adalah data apa adanya,” kata Benny

Benny memastikan semua data yang masuk Situng sesuai dengan C1.

“Sesuai dengan angka yang tertulis pada salinan form C1 yang diterima kabupaten/kota dari KPPS,” ucapnya.

Namun begitu, Benny mengakui memang ada kesalahan input data, dan kesalahan itu langsung diperbaiki dengan koreksi secara berjenjang.

“Kalau ada perbedaan data entri dan salinan C1 di situng maka akan dilakukan koreksi data, sesuai yang tertulis di salinan C1. Situng ini bukan cuma 2019, di pemilu sebelumnya sudah dilakukan,” katanya.

Benny menambahkan, kesalahan yang terjadi hukan bentuk kesengajaan, melainkan dipastikan human error.

“Murni human error,” tandasnya.

Comments are closed.