Di Hadapan Buruh Prabowo Tuding Media Massa: Kami Bukan Kambing yang Bisa Kau Atur

0
802

Jakarta NAWACITA – Capres Prabowo Subianto kembali menuding media massa. Prabowo melontarkan tudingan kepada para media saat memberikan sambutan di depan buruh yang hadir pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Rabu (1/5) kemarin.

Saat memberikan sambutannya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengkritisi sejumlah media yang dituding tidak menayangkan acara Hari Buruh Internasional tersebut.

Media massa juga ditudingnya ikut merusak tatanan demokrasi.

“Itu media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah hai media-media kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” teriak lantang Prabowo.

Ia mengatakan, harus bicara apa adanya dihadapan ribuan buruh. Bahwa yang benar harus dikatakan benar begitu juga sebaliknya.

“Itu banyak TV ya? Entah ditayangkan entah nggak ditanyangkan saya nggak tau itu. Para media hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuan mu satu-satu. Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Hati hati kau. Suara rakyat adalah suara tuhan,” ucap Prabowo sembari diikuti gelak tawa buruh karena melakukan aksi joget khas dirinya.

Prabowo tak menjelaskan maksud ungkapannya tersebut. Peringatan Prabowo kepada media kali ini, sebetulnya berawal dari aksinya ketika ia menggambarkan tentang citra kepolisian sekarang ini.

Prabowo menyindir kepolisian yang saat ini dipertanyakan netralitasnya dalam kontestasi politik. Lewat gubahan lagu dangdut karangan almarhum Basofi Sudirman, Prabowo mengganti lirik-lirik ‘Tidak Semua Laki-laki’, menjadi kritik kepada Polri.

“Saya teringat sebuah lagu: Tidak semua Polisi, bersalah padamu,” kata Prabowo sambil bernyanyi. “Betul… tidak semua?,” sambung Prabowo.

Menurut dia, kepolisian saat ini, memang ada yang baik. Tetapi, tetap selalu banyak yang buruk. Itu sebabnya, ia meminta agar Polri kembali menjadi pelindung rakyat dan dijauhkan dari peran untuk mempertahankan kekuasaan.

“Banyak yang baik. Banyak juga yang salah jalan. Semoga kembali ke jalan yang benar,” ujar Prabowo.

Setelah itu, Prabowo langsung menyampaikan pantun kepada para peserta agar tidak tegang mendengarkan pidatonya di podium bersama tokoh yang hadir di antaranya Fadli Zon, Said Iqbal, Rizal Ramli, dan Ahmad Muzani.

“Di sini gunung, di sana gunung di tengahnya Pulau Bali, saudara jangan pernah bingung yang pasti menang Prabowo-Sandi,” katanya.

Tidak cukup melemparkan satu pantun, akhirnya Prabowo Subianto kembali menyampaikan pantun keduanya tentang kebenaran dan kemenangan di Pilpres 2019.

“Satu pantun lagi. Satu dua cempaka biru, tiga empat dalam jambangan. Percayalah yang bela kebenaran dia yang akan dapat kemenangan,” ujar Prabowo.

Masih belum cukup melemparkan dua pantun, mantan Danjen Kopassus itu juga kembali berpantun. Pada pantun yang ketiga, Prabowo menyebutkan bahwa siapapun yang berakhlak curang, maka disamakan seperti lutung (kera).

“Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Mereka yang curang akhlaknya seperti lutung. Serius tapi santai, sersan,” tuturnya.

Kehadiran Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional di GBK kali ini, bukanlah yang pertama. Pada Hari Buruh 2018, Prabowo, pun menjadi tamu kehormatan. Para buruh yang tergabung dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dua di antara organisasi buruh di Indonesia, yang mendukung pencapresan Prabowo bersama cawapres Sandiaga Salahudin Uno.