Tak Undang Capres dan Cawapres, Panitia Ijtimak Ulama 3:Berdosa Jika Hadir

0
124

Bogor NAWACITA – Acara Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 yang digelar sejumlah ulama tidak mengundang para paslon capres dan cawapres.

Bahkan Panitia Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 melarang Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, untuk menghadiri acara Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3.

“Kita tidak mengundang capres dan cawapres, tidak mengundang ketua-ketua partai, karena ini pure (murni) ulama,” kata Wakil Ketua Panitia Ijtimak Ulama 3 Bernard Abdul Jabbar saat ditemui di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Rabu (1/5).

Abdul bahkan menyebut keduanya akan berdosa jika datang.

“Tidak juga (diperbolehkan ikut jika datang). Namanya tidak diundang ya jangan datang, dosa kalau datang juga,” lanjut dia.

Bernard menuturkan acara ini akan dihadiri sekitar seribu orang ulama dan tokoh nasional. Sejumlah tokoh 212, seperti Yusuf Muhammad Martak, Slamet Ma’arif, Haikal Hassan, dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii diagendakan hadir dalam gelaran ini.

Namun pernyataan Abdul ini berbeda dengan Ketua Panitia Ijtimak Ulama 3 Slamet Ma’arif.

Slamet menyebutkan bahwa panitia mengundang BPN Prabowo-Sandi. Mereka juga mengundang Prabowo untuk hadir di acara itu.

Ketua PA 212 itu mengatakan acara akan dimulai dengan pemaparan BPN Prabowo-Sandi tentang dugaan kecurangan. Lalu dilanjutkan pemaparan ahli hukum, ulama, dan juga arahan Rizieq Shihab.

Acara, kata dia, akan ditutup dengan penyerahan hasil Ijtimak Ulama 3 ke BPN Prabowo-Sandi.

Ia menegaskan hanya BPN Prabowo-Sandi dan partai pendukung yang diundang hadir. Mereka sengaja tak mengundang TKN Jokowi-Ma’ruf.

“Tim pemenangan BPN ya dan relawan Prabowo Sandi kita dengarkan penjelasannya, karena indikasinya kan dicurangi paslon 02 kan gitu,” katanya, Rabu (1/5).