Prabowo Tolak Bertemu Utusan Jokowi, Saran Ulama 212

1
308

Sandiaga: Kapanpun Siap Ketemu Ma’ruf Amin

Jakarta NAWACITA – Konstentasi Pilpres 2019 diikuti dua capres Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hampir usai. Saat ini prosesnya memasuki tahap penghitungan suara real count resmi dari KPU yang hingga hari ini Jum’at (26/4) sudah mencapai lebih dari 33 persen. Dari perolehan suara itu, Jokowi-Ma’ruf di posisi unggul dari Prabowo-Sandi.

Capres nomor urut 01, Jokowi menuturkan keinginannya untuk bertemu dengan rivalnya, Prabowo Subianto. Langkah ini untuk mendinginkan suasana politik yang sempat memanas lantaran Prabowo mengklaim pihaknya menang 62% berdasarkan real count internal BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi.

Sayangnya, ajakan ini mendapat penolakan dari pihak Prabowo.

Beberapa waktu lalu Jokowi  telah mengutus seseorang untuk mengadakan pertemuan dengan Prabowo, namun mantan Danjen Kopassus itu menolak.

Sikap yang berbeda dengan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku siap bertemu Ma’ruf Amin kapanpun tanpa perantara.

Penolakan Prabowo bertemu utusan Jokowi karena saran para ulama.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menyebut Prabowo mendengarkan saran dari ulama 212.

Ulama 212 memberikan saran kepada Prabowo Subianto untuk tidak menemui utusan Jokowi.

“Ya beliau kan selama ini dengar saran ulama. Ulama menyarankan jangan bertemu dulu,” kata Slamet Maarif di Posko Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (25/4).

Slamet Maarif menyebut, para ulama menyarankan kepada Prabowo untuk fokus pada pengawalan penghitungan suara terlebih dahulu.

Pihaknya menegaskan tak melarang silaturahmi antara Prabowo dan Jokowi.

Slamet berharap kedua belah pihak fokus terhadap pekerjaan masing-masing.

“Biarkan fokus dengan pekerjaannya masing-masing dan alhamdulillah beliau ikut saran itu demi kebaikan bersama, insya Allah,” katanya.

Ia juga menegaskan para ulama menyarankan Prabowo untuk mengadakan pertemuan setelah penghitungan suara oleh KPU selesai.

“Ya kalau bertemu kan apalagi sama anak bangsa, warga negara, sesama muslim ya silahkan saja, tapi ini kan sedang dalam proses jadi kita juga menyarankan kepada pak Prabowo, nanti saja lah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu,” pungkasnya.

Penolakan Prabowo sebelumnya juga disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Rabu (24/4).

Djoko Santoso mengatakan, kubu Prabowo-Sandi saat ini sedang fokus untuk mengawal proses penghitungan suara Pilpres 2019.

“Tidak ada kompromi. syukur Alhamdulillah (Prabowo) itu menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi,” tegas Djoko Santoso di acara syukuran dan konsolidasi pengawalan pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur.

Sementara itu, berbeda dengan Prabowo, Sandiaga Uno mengaku siap kapanpun bertemu dengan Ma’ruf Amin.

Pernyataan ini menanggapi ajakan Ma’ruf Amin untuk bertemu.

Comments are closed.