Ketua KPU: Pemilu Lancar, TPF Tidak Perlu Dibentuk

0
152

Jakarta NAWACITA —Penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 diwarnai ketidakpercayaan dari kubu capres nomor urut 02. Kubu pendukung Prabowo -Sandi ini menuding ada kecurangan penghitungan yang dilakukan KPU (komisi Pemilihan Umum) dan mengklaim menang versi real count internal mereka.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) bahkan mendesak agar dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelisik kecurangan ralm penghitungan suara.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merasa dorongan BPN Prabowo-Sandi untuk membentuk tim pencari fakta pemilu tidak diperlukan.

Ketua KPU Arief Budiman merasa belum terpikirkan untuk merealisasikan ide tersebut.

“Semua masih berjalan sebagaimana mestinya,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (26/4).

Arief menjelaskan bahwa ini karena publik tidak bingung dengan hasil pemilu dan kabar-kabar palsu yang beredar.

menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini adalah memberikan literasi media sosial.

“Makanya publik harus kita edukasi supaya mereka paham dan tahu mana yang dipercaya dan tidak dipercaya informasinya,” jelasnya.

Diketahui, sebelumnya BPN mendorong publik membentuk tim pencari fakta pemilu 2019. Ini karena pihaknya menemukan berbagai kecurangan selama pesta demokrasi berlangsung.

Tim ini harus diisi oleh orang-orang yang kredibel, netral, dan berintegritas. Syarat tersebut perlu ada agar investigasi yang dilakukan maksimal dan tidak memihak.