Dari Penjara, Ahmad Dhani Tulis Surat, Sebut Jokowi Boneka

28
380

Jakarta NAWACITA – Jabatan di dunia itu bukan satu-satunya cara Allah mengangkat derajat (derajad itu bukan pangkat duniawi, Jokowi meskipun seorang PRESIDEN, di mata saya, dia cuma BONEKA).”

Kalimat tersebut adalah bagian dari isi surat yang ditulis Ahmad Dhani terkait kemenangannya di Dapil Jatim I.

Musisi yang terjun ke dunia politik itu menulis surat dari dalam penjara.

Dalam suratnya, Dhani menyinggung nama Fadli Zon, Presiden Jokowi, Partai Gerindra, dan Dapil Jawa Timur.

Diketahui, Ahmad Dhani mencalonkan dari partai besutan Prabowo Subianto untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur I, meliputi wilayah Kota Surabaya dan Sidoarjo. Dapil itu disebut sebagai dapil neraka.

Meski demikian, Ahmad Dhani mengklaim perolehan suara dirinya di Dapil Jatim I tersebut sangat cukup mengantarnya sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Saat ini, Ahmad Dhani tengah menjalani sidang sebagai terdakwa kasus ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam UU ITE.

Ahmad Dhani membuat tulisan terhadap ‘kemenangan’ dirinya dan meme di medsos.

“Menjadi Anggota DPR RI bukan cara Allah meng angkat Derajad saya,” begitu judul tulisan Ahmad Dhani.

Surat Ahmad Dhani dari penjara itu menjadi viral di media sosial.

Rusell Ambarita, asisten Ahmad Dhani, Kamis (25/4) membenarkan tulisan suami Mulan Jameela itu.

Ia membagikan surat Ahmad Dhani kepada sejumlah pihak, termasuk Wartakotalive.com.

“Perlu saya tegaskan, ini bukan cara Allah. Pasti yang bersangkutan (pembuat meme atau status) punya positive thinking,” tulis Ahmad Dhani dalam pesannya tersebut.

“Jabatan di dunia itu bukan satu-satunya cara Allah mengangkat derajat (derajad itu bukan pangkat duniawi, Jokowi meskipun seorang PRESIDEN, di mata saya, dia cuma BONEKA).”

“Apa yang sedang saya jalani ini bukanlah harus berhadiah (jabatan dunia). Saya nyaleg atas desakan Mr Fadli Zon. Dan disertai juga niat saya untuk memulai perjuangan (babat alas) Partai Gerindra di Jawa Timur (saya lebih suka bekerja untuk partai),” tulis dia.

Menurut Ahmad Dhani, kalau asal jadi caleg cukup di Bekasi, Jawa Barat, dengan begitu langkahnya mudah menuju Senayan.

Sebaliknya, ia menyebutkan, Surabaya, Jawa Timur, sebagai dapil ‘neraka’.

“Jadi, ini adalah laku saya dalam mensikapi rezim pembela penista agama. Saya tidak mungkin mendiamkan kemungkaran ini terjadi di depan mata. Meskipun penjara adalah akibatnya,” tulis Ahmad Dhani.

Apa yang dilakoninya tersebut tidak harus mendapatkan hadiah ‘menjadi anggota DPR RI’.

“Bisa saja kalau memang ada hadiah dari laku saya itu berupa barokah kepada anak dan cucu saya di masa depan,” imbuh dia.

“Berjuang menegakkan keadilan itu wajib bagi yang mampu. Mampu meninggalkan karier yang sudah cemerlang selama 25 tahun di dunia musik untuk sebuah kamar kumuh di sel penjara,” tulisnya.

“Bagi yang tidak mampu, “Ya tidak wajib,” tulis Ahmad Dhani mengakhiri pesannya.

Comments are closed.