Deklarasi Kemenangan, Jokowi Minta Semua Bersabar Tunggu Hasil Resmi KPU RI

0
47

Jakarta NAWACITA – Calon Presiden nomor urut 01 Joko “Jokowi” Widodo akhirnya bicara tentang dampak dari hasil penghitungan suara baik quick count mauoun real count KPU yang baru mencapai sekitar 7 persen hingga berita ini diturunkan.

Jokowi mengimbau baik kepada pendukungnya, maupun kubu capres 02, agar bersabar menunggu selesainya penghitungan real count resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI.

Himbauan ini menyusul Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang melakukan deklarasi kemenangan pada Jumat (19/4) kemarin. Selain itu juga sebelumnya Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa kali mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2019.

“Semuanya bersabar menunggu penghitungan KPU. Menunggu penghitungan resmi KPU,” kata Jokowi usai makan siang bersama Ketua TKN Erick Thohir di Mal Grand Indonesia, Sabtu (20/4).

Diketahui, sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko telah mendeklarasikan kemenangan Pemilu 2019 berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat beberapa lembaga survei.

“Dasarnya adalah hasil quick count yang dilakukan oleh 12 lembaga quick count yang sangat kredibel,” kata Moeldoko saat konferensi pers di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Dalam jumpa persnya, Moeldoko mengatakan, deklarasi tersebut sebagai bentuk apresiasi TKN Jokowi-Ma’ruf terhadap masyarakat yang sudah memilih pasangan capres nomor urut 01.

Hasil quick count, kata Moeldoko, dikenal sangat kredibel selama ini dan memiliki tradisi keilmuan yang teruji dan terbukti beberapa tahun belakangan.

“Pernyataan kemenangan ini juga bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang sudah memilih Jokowi-Amin,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto lebih dulu mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2019. Bahkan, kubu 02 beberapa kali mengumumkan kemenangannya berdasarkan hasil survei internal. Sementara, hasil real count baru ditetapkan pada 22 Mei mendatang dari KPU RI.

Juru Bicara BPN 02 Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, menyatakan alasan BPN 02 tidak mempercayai hasil quick count dari 12 lembaga survei meski sudah diverifikasi KPU RI. Menurut dia, hasil quick count hanya berasal dari sampel 2.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh provinsi.

“Sedangkan jumlah TPS ada 800 ribu lebih yang terdata KPU. Bagaimana kami bisa percaya itu valid?” tanya Pipin saat menghadiri talk show Pemilu 2019 di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here