Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Salah Arah Kesalahan Presiden Terdahulu

65
358

Kadiv Hukum dan Advokasi Demokrat Keluar dari Debat

Jakarta NAWACITA – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan kesalahan strategi industri berdampak buruknya kondisi ekonomi sekarang disebabkan oleh presiden-presiden sebelumnya, termasuk sebelum Jokowi.

Hal itu diungkapkan Capres nomor urut 01 tersebut pada Debat terakhir yang berlangsung di Hotel Sultan Sabtu (13/4) malam.

Prabowo mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini sedang berjalan berada pada arah yang salah. Dia pun tidak menyalahkan Jokowi terkait hal tersebut.

“Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, ini kesalahan kita sebagai bangsa sudah berjalan puluhan tahun,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kebijakan yang salah arah ini salah satunya deindustrialisasi merupakan juga tanggung jawab presiden-presiden sebelum Jokowi.

“Ini kesalahan-kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak (Jokowi). Kita harus bertanggung jawab. Itu pendapat saya,” ujar Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini menyinggung politisi Partai Demokrat yang hadir di debat itu. Pasalnya salah satu presiden sebelum Jokowi adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean keluar dari lokasi debat kelima Pilpres 2019, di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Ferdinand keluar usai tuntasnya segmen kedua debat.

Kepada awak media, Ferdinand menjawab terkesan asal-asalan.

“Mungkin maksudnya Presiden Kalifornia kali. Nanti dijelaskan lagi oleh Pak Prabowo di dalam,” ujar Ferdinand.

Ferdinand juga tidak menjawab serius terkait alasannya meninggalkan ruang debat meski debat masih berlangsung. Ia beranjak sambil mengelus-elus perutnya. “Mau tidur kita,” ujar Ferdinand.

Sementara Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampak lebih bijak menanggapi pernyataan Prabowo. Putra sulung SBY ini meminta capaian pemimpin Indonesia terdahulu wajib diapresiasi oleh siapapun.

“Yang jelas bagi saya, setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi segala yang baik, apalagi kalau itu memang terasa oleh rakyat kita,” kata AHY yang juga berada di Hotel Sultan, Jakarta.

AHY mengharapkan semua pihak di Indonesia melihat secara objektif soal capaian dari para pemimpin bangsa terdahulu. Karena menurutnya setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian di berbagai bidang baik ekonomi, politik, keamanan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.

“Saya tidak ingin mengomentari lebih jauh, yang pasti kita harus objektif dan mengapresiasi berbagai capaian pemimpin sebelumnya di berbagai bidang. Tapi tentu karena masa kepemimpinan yang dibatasi UU, ada hal yang belum tuntas dan sempurna itulah tugas pemimpin selanjutnya untuk memperbaiki. Artinya yang sebaiknya kita inginkan para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya,” kata AHY.

Comments are closed.