Hasilnya Tidak Kompak, TKN: Survei Internal BPN Rekayasa

28
283

Jakarta NAWACITA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin menilai hasil survei internal capres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang sering diungkapkan kubu BPN (Badan Pemenangan nasional) Prabowo-Sandi, tidak kompak. Artinya, hasil survei internal berbeda-beda.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, ketidakkompakan hasil survei internal tersebut.

Ace menyebut, kubu 02 bahkan sudah merekayasa hasil survei.

“Manuver yang memalukan, karena merekayasa hasil survei. Di satu sisi mereka membantah semua hasil survei, dengan menuduh lembaga survei tidak independen, ‘bayaran’ sampai dengan sedang terapkan strategi efek bandwagon,” ungkap Ace kepada awak media, Selasa (9/4) kemarin.

Hal ini pun menjadi sorotan TKN. Pasalnya, pernyataan sejumlah tokoh di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak seragam.

Ace pun membeberkan, berawal dari pernyataan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga yang juga Waketum Gerindra, Sugiyono yang mengungkap hasil survei internal pihaknya.

“Ironinya kubu 02 tidak kompak tentang hasil survei internal mereka. Coba lihat satu persatu. Pertama, hasil survei internal yang disampaikan Sugiyono, Waketum Gerindra yang mengklaim elektabilitas capres 02 Prabowo Subianto unggul jauh atas capres Joko Widodo (Jokowi) dengan hasil 62 persen Prabowo, sementara Jokowi 38 persen,” beber Ace.

Ada lagi, lanjut Ace, pernyataan Anggota Dewan Pengarah BPN sekaligus Waketum Gerindra Fadli Zon yang juga menyebut elektabilitas Prabowo-Sandiaga di atas Jokowi-Ma’ruf. Namun angkanya berbeda dari apa yang disampaikan Sugiyono, yakni 59% untuk Jokowi dan 63% untuk Prabowo.

“Versi kedua disampaikan Fadli Zon, dengan menyebut hasil survei internal Gerindra, Prabowo menang dengan angka 59-63 persen,” kata Ace.

Pernyataan Fadli Zon itu sebenarnya untuk menanggapi hasil survei Puskaptis yang mengunggulkan Prabowo-Sandi daripada Jokowi-Ma’ruf. Survei Puskaptis yang berbeda dari sejumlah lembaga survei lainnya menyebut Prabowo (47,59) menang tipis dari Jokowi (45,37%).

Sandiaga juga mengomentari survei Puskaptis. Namun menurut cawapres nomor urut 02 itu, berdasarkan survei internal, mereka masih berada di bawah Jokowi-Ma’ruf.

“Yang menarik adalah versi ketiga dari Cawapres 02. Sandi menyebut survei internal menunjukkan pasangan 02 sedikit tertinggal dalam kisaran margin of error,” jelas Ace.

Politikus Golkar tersebut menuding survei internal Prabowo-Sandiaga sebagai tindakan tipu-tipu. Ace juga menyebut hasil survei internal kubu rival bodong.

“Dengan tiga versi hasil survei internal yg berbeda ini, kita semakin yakin bahwa apa yg disebut survei internal itu hanya aksi tipu-tipu,” ucap Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

“Selain mengangkat hasil survei abal-abal, kubu 02 justru menelanjangi dirinya sendiri dengan mengangkat klaim survei internal yg kemungkinan besar ‘bodong’. Kalau tidak bodong, kenapa hasilnya bisa nggak kompak,” tambah Ace.

Pernyataan Ace ini menyusul pernyataan kubu 02 yang mengklaim hasil survei internal mereka menunjukkan capres nomor orut 02 Prabowo – Sandi berada diatas Jokowi – Ma’ruf.

Sebelumnya, Gerindra mengklaim elektabilitas capres 02 Prabowo Subianto unggul jauh atas Jokowi. Gerindra menyebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah melakukan survei dan hasilnya, elektabilitas Prabowo 62 persen, sementara Jokowi 38 persen.

“Kami punya survei internal 62 persen (Prabowo), 38 persen (Jokowi). Kita punya asesmen 62 persen. Terus yang selama ini beredar Prabowo-Sandi selalu di angka yang rendah,” kata Waketum Partai Gerindra Sugiono di The Darmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Sugiono menyebut survei Gerindra dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.440. Namun dia juga tak bisa menjelaskan demografi respondennya, begitu juga margin of error.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf heran dengan hasil tersebut. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengaku tak habis pikir dengan hasil survei tersebut.

“Saya yakin kalau surveinya internal BPN malah mereka unggul 80 persen,” ujarnya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Arsul menilai hasil survei yang memenangkan Prabowo-Sandiaga dengan 62% sementara Jokowi-Ma’ruf dengan 38% itu tak masuk akal. Apalagi, margin of error dari survei tersebut tak disampaikan.

“Lha bagaimana survei kok tidak ada margin of error-nya. Yang disurvei malaikat apa?,” katanya.

Comments are closed.