BPN Jelaskan Kata ‘Bajingan’ Diucapkan Prabowo

3
920

Jakarta NAWACITA – Ungkapan kata-kata ‘Bajingan’ serta ‘Ibu Pertiwi sedang diperkosa’ yang dilontarkan capres Prabowo Subianto saat kampaye terbuka di Stadion Kridosono Yogyakarta, menuai berbagai polemik.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berusaha meredam kata-kata kasar yang terlanjur diucapkan sang capres.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Suhendra Ratu Prawiranegara menjelaskan maksud ucapan ‘bajingan’ yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02 tersebut, lantaran Prabowo geram dengan penguasa dan elite yang nyatanya hanya memikirkan diri sendiri dan golongannya, sehingga kata ‘bajingan’ itu bisa keluar saat orasi.

“Ini adalah diksi kegeraman seorang Prabowo Subianto yang melihat melencengnya pengelolaan negara dan maraknya korupsi di tangan penguasa dan elit,” kata Suhendra kepada wartawan, Selasa (9/4).

Ia menerangkan, kata ‘bajingan’ itu maksudnya kritik Prabowo terhadap elit dan penguasa yang hanya sibuk mencari keuntungan pribadi dan golongan sehingga tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan bangsa dan kemakmuran rakyat.

Suhendra menambahkan kegeraman tersebut bisa terlihat dari bukti-bukti kasus korupsi yang terus marak dilakukan oleh tokoh partai politik, pejabat publik, dan kalangan pemerintah.

“Operasi tangkap tangan (OTT) KPK adalah faktanya,” kata Suhendra.

Prabowo, lanjut dia, juga geram karena melihat arah pengelolaan negara yang sudah melenceng dan salah arah seperti adanya oknum-oknum aparatur negara baik aparatur sipil negara (ASN), Polri, dan BUMN yang secara masif melanggar UU karena tidak jaga netralitas pemilu dan berpihak pada capres tertentu.

Menurut Suhendra, BPN meyakini publik sudah tahu pihak bajingan yang dimaksud Prabowo tanpa harus menyebutkan satu persatu nama ataupun lembaganya.

“Jadi sebenarnya apa yang disampaikan Pak Prabowo ini hanya sebatas penyambung lidah kesimpulan yang ada dibenak dan pendapat publik, serta sudah menjadi perbincangan umum di tengah masyarakat,” kata Suhendra.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada kampanye terbuka pilpres 2019 di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4), dalam orasinya Prabowo berucap keras terhadap kondisi Indonesia yang disebutnya sedang sakit karena terjadi ketidakadilan, hingga penguasaan kekayaan oleh sekelompok orang dan elite yang dinilainya merusak.

Prabowo kemudian kembali menegaskan bahwa Ibu Pertiwi sedang ‘diperkosa’.

Sebelum mengucap kata ‘bajingan’, terlebih dahulu capres ini minta izin kepada pendukungnya untuk berkata keras.

Dia lalu menyebut soal elite-elite Jakarta yang merusak Indonesia sebagai bajingan.

“Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah… ini boleh nggak bicara agak keras di sini, Pak?” kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakang keberadaan Prabowo berdiri untuk berorasi di atas panggung.

“Tinggal… tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah ‘bajingan-bajingan’,” ucap Prabowo yang disambut riuh massa.

Tak cukup dengan kata-kata kasar, bahkan mantan menantu Presiden RI ke-2 Soeharto ini juga menggebrak podium beberapa kali, hingga kemudian tampak Amien Rais maju ke depan menepuk-nepuk bahu Prabowo.

3 KOMENTAR

  1. Setiap Orasi Politik yg disampaikan para tokoh sah2 aja jikalau harus berbicara dgn lantang/keras, namun harus bisa membedakan berbicara yg lantang/keras bukan dgn penggunaan kata2 yg kasar.

Comments are closed.