Menlu Dituding Intimidasi WNI di LN, TKN: Ulama Sebar Hoaks Tidak Bertanggungjawab

11
322

Jakarta NAWACITA – Tim Kampanye Nasioal (YKN) Jokowi-Ma’ruf menilai polemik mengarah pada kepada aparatur pemerintah yang dituding tidak independen di luar negeri yang disebar oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan bentuk hoaks yang tidak bertanggungjawab.

Hal itu menyusul beredarnya video di media sosial yang menyatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi memerintahkan jajarannya di luar negeri memenangkan pasangan salah satu capres dan calon wakil presiden dalam pemilu mendatang.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menegaskan, video tersebut adalah kabar hoaks. Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) juga telah mengeceknya.

“Adanya intimidasi dari Menlu Retno terhadap jajarannya di Arab Saudi untuk Pemilu 2019 adalah sebuah kabar hoaks. Karena setelah dicek Bawaslu, tidak ada bukti atas tuduhan tersebut,” kata Kaarding, Kamis (4/4).

Sebelumnya dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sendiri juga menegaskan soal netralitas lembaganya termasuk yang dilakukan Menlu Retno Marsudi di luar negeri.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal menegaskan dalam pemilihan presiden (Pilpres) bagi WNI ataupun perwakilan pemerintah di luar negeri, Kemenlu netral.

Sangat disayangkan, kata Karding, informasi itu keluar dari seorang yang berprofesi sebagai pendakwah. Dia berpendapat, ucapan Rizieq itu tidak mencerminkan ulama panutan.

Retno Marsudi, kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, kehadirannya di Arab Saudi adalah berkunjung ke Jeddah dalam kaitan perlindungan WNI. Karena itu tak bisa langsung dispekulasikan dengan tudingan miring soal pemilu.

“Yaitu (Menlu) untuk meresmikan gedung pelayanan satu atap yang sudah hampir 7 tahun dicita-citakan dan baru selesai bulan Februari lalu,” kata Karding.

Dijelaskannya, Menlu Retno meresmikan gedung pelayanan satu atap pada 3 Maret. Menlu mengingatkan kepada semua staf di perwakilan untuk tetap mengedepankan integritas, profesionalisme dan netralitas.

Karding mengatakan, ini bukan kali pertama Menlu menyampaikan hal tersebut. Dia mengatakan, Menlu bahkan memerintahkan kepada pokja pemilu luar negeri untuk membuat edaran ke seluruh perwakilan yang meminta agar seluruh staf perwakilan bersikap profesional, netral dan integritas.

“Saya kira posisi Menlu Retno selama ini jelas. Dia bukan seorang politikus, dia adalah seorang yang profesional pada tugas dan wewenangnya dalam memastikan kepentingan warga negara Indonesia di luar negeri,” kata Karding.

Comments are closed.