Jakarta NAWACITA – Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal menghitung hari. KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai penyelenggara Pemilu menggandeng KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam upaya mengatasi terjadinya politik uang.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengungkapkan, KPU dan KPK berharap pemilih dalam pemilu 2019 menjadi pemilih yang berdaulat, dimana salah satu aspek pemilih berdaulat dalam pandangan KPU dan KPK adalah pemilih yang dalam mengunakan hak pilihnya tidak dipengaruhi politik uang.

Wahyu menjelaskan, kerjasama antara KPK dan KPU yang dimaksud, dalam bidang sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Kerjasama KPU dan KPK kata Wahyu, dimulai pada kegiatan Pemilu Run 2019 yang akan dilaksanakan pada 7 April 2019. Kerjasama tersebut mengemukakan tagline ‘Pemilih Berdaulat Negara Kuat’ dan ‘Pilih Yang Jujur’.

“Kerja sama antara KPU dan KPK akan fokus pada sosialisasi dan pendidikan pemilih terkait dengan perlawanan terhadap praktik politik yang pada Pemilu 2019,” kata Wahyu di Jakarta, kemarin.

Kegiatan Pemilu Run, lanjut dia. dipusatkan di Jakarta dan serentak oleh KPU Privinsi, KIP kab kota, KIP di seluruh Indonesia

“Kerjasama kami juga akan dilaksanakan pada debat ke 5 pada 13 April 2019 dengan cara sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui penayangan iklan layanan masyarakat,” katanya.

Menurut Wahyu, pendidikan pemilih terkait dengan politik uang akan dilaksanakan secara berkesinambungan pasca pemilu 2019 melalui masing-masing program KPU dan KPK.

“Sebagai informasi KPU mempunyai program pendidikan pemilih berbasis keluarga dan KPK mempunyai program pendidikan anti korupsi berbasis keluarga,” tutupnya.

Baca juga :  MA Ajak Warga Bentuk Supertim Majukan Surabaya

Comments are closed.