Debat Cawapres, Ma’ruf Amin Mengejutkan

0
230

Jakarta NAWACITA – Debat calon presiden 2019 ketiga menampilkan para calon wakil presiden, Ma’rif Amin dengan Sandiaga Uno. Debat digelar di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3).

Pada debat tersebut, cawapres nomor urut 02 Ma’ruf Amin dinilai mengejutkan saat menyampaikan visi misinya pada segmen pertama. Penilaian ini diungkapkan oleh pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Yunarto menilai, efek kejut tersebut membuat Ma’ruf unggul atas lawannya, cawapres Sandiaga Uno.

“Sebetulnya dua-duanya menunjukkan persiapan yang cukup matang karena ketika berbicara betul-betul kalimat terakhir itu sampai detik terakhir itu, misalnya itu terlihat sekali sudah melalui latihan yang cukup matang, sehingga waktunya pun pas,” ujar Yunarto, Minggu (17/3).

Saat menyampaikan visi dan misi, kata Yunarto, cawapres ini memiliki intonasi yang memang terlihat seperti layaknya politikus senior dalam menyampaikan pidatonya. Hal ini dilengkapi dengan beberapa kalimat yang menunjukkan bahwa Ma’ruf sebagai sosok ulama.

“Dengan latar belakang beliau sebagai ulama, dengan beberapa kalimat yang memang hanya bisa dikeluarkan oleh ulama. Tadi ada hadis, itu menurut saya efek kejut yang tidak dimiliki oleh Sandi. Walaupun untuk pembukaan Sandi juga cukup stabil, tapi untuk masuk ke narasi yang memang memiliki daya elektoral seperti ketika dia berbicara BPJS, tetapi efek kejut inilah yang membuat Kiai Ma’ruf unggul 1-0 di awal, karena ada unsur kaget,” jelasnya.

Diketahui, debat cawapres terdiri dari 5 segmen dengan berbagai tema yang menjadi pembahasan. Debat dipandu oleh dua presenter Alfito Deanova dan Putri Ayuningtyas.

Pada segmen membahas tema pendidikan, cawapres nomor 02 Sandiaga Uno melontarkan pernyataan tajam soal pengangguran di kalangan lulusan SMK.

“Saya ingin bicara sedikit tentang pengangguran di usia muda khususnya lulusan SMK yang tidak mendapatkan pekerjaan,” kata Sandiaga melontarkan pertanyaan ke Ma’ruf Amin.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengatakan, kondisi tersebut sangat menyedihkan. Ia mempertanyakan upaya Ma’ruf menyelesaikan masalah itu.

“Solusi yang akan kita lakukan adalah solusi struktural dan solusi nonstruktural. Solusi struktural melakukan upaya reformasi pendidikan dari tingkat bawah sampai universitas, terutama di tingkat SMK,” kata Ma’ruf.

“Kami akan merevitalisasi SMK dan sesuaikan dengan tuntutan pasar dengan melibatkan dunia usaha, dunia industri dan memberikan insentif kalau mereka ikut berperan,” sambungnya.

Ma’ruf juga bicara solusi non struktural dengan pelatihan. Ia juga akan membuat BUMN berpartisipasi memberikan pelatihan itu,

“Oleh karenanya untuk mendorong agar semangat melakukan peningkatan kami mengeluarkan kartu pra kerja supaya memperoleh semangat dan memperoleh insentif honor antara 6 bulan sampai satu tahun,” tegas Ma’ruf.