Dituding Nikmati Lahan Konsesi Negara, Luhut: Kalau Ada, Ambil Aja

0
275

Solo NAWACITA – Merespon ungkapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal lahan konsesi yang dikuasai Prabowo pada debat Capres lalu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun menuding banyak timses Jokowi yang menikmati konsesi besar, salah satunya Luhut Binsar Panjaitan.

Seperti pernyataan Jokowi, BPN juga meminta konsesi tersebut juga dikembalikan.

Menanggapi hal itu, Luhut menjawab dengan santai. Usai menghadiri pelantikan relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Solo Jawa Tengah, Bravo-5 Solo Raya, Luhut mengatakan, jika benar dia memiliki konsesi besar, Luhut pun siap jika lahannya diambil pemerintah.

“Kalau ada diambil aja. Kalau ada diambil aja, nggak ada,” kata Luhut di Gedung Bathari, Solo, Senin (25/2/2019).

Luhut mengakui bahwa dirinya memiliki lahan tambang batu bara. Namun begitu menurut dia, luasnya tidak mencapai ratusan ribu hektare.

“Saya punya lahan tambang, betul. Tapi ya nggak ratusan ribu hektare. Ya tambang batu bara biasa,” ujar dia.

Sementara BPN Prabowo-Sandi justru menilai sindiran Jokowi yang menyinggung lahan konsesi itu menjadi bumerang bagi Jokowi.

Seperti diketahui, capres petahana Jokowi menyinggung penerima konsesi besar dan menunggu si pemilik mengembalikannya ke negara dalam pidato kebangsaannya di Konvensi Rakyat.

“Pernyataan Pak Jokowi itu kan sebenarnya ingin menyindir Pak Prabowo. Tapi itu seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (25/2).

Andre mengatakan, sindiran yang ‘dilempar’ untuk menyerang Prabowo itu, justru akan berbalik mengenai para pro-Jokowi. Sebab, kata dia, banyak pendukung sang petahana yang saat ini menguasai lahan negara.

“Kita tahu Pak Prabowo itu mendapat konsesi itu dengan membayar. Jadi bukan menikmati konsesi yang dikasih negara. Kalau mau minta, minta ke pendukung Pak Jokowi dong, jangan ke Pak Prabowo aja. Kan pendukung Pak Jokowi banyak yang menikmati konsesi negara. Ada Pak Luhut, Pak Surya Paloh, Hary Tanoe, Erick Tohir, dan lain-lain,” tuturnya.