Ibu-ibu Karawang Sebar Fitnah Jokowi, TKN Bakal Cari Dalangnya

2
204

Jakarta NAWACITA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin mengaku merasa dirugikan dengan ulah ibu-ibu di Karawang yang berkampanye dengan menyebarkan hoaks bahwa jika Jokowi menang, pernikahan sejenis sah dan tidak ada azan lagi.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menduga kampanye hitam seperti di Karawang itu dilakukan secara sistematis. Pasalnya, kampanye yang menyebarkan isu Jokowi menang pernikahan sejenis sah itu ditemukan juga di daerah lain.

Ace mengatakan, TKN Jokowi – Ma’ruf Amin akan melaporkan hal tersebut ke polisi.

“Kami menduga kampanye seperti ini tidak terjadi di satu dua tempat. Kami akan melaporkan kepada pihak kepolisian dan pihak yang terkait lainnya cara-cara dan materi kampanye seperti ini,” kata Ace, Senin (25/2).

Menurut Ace, kendati ibu-ibu tersebut sudah diamankan polisi, akan tetapi pihaknya tetap akan menelusuri dalang di balik penyebaran kampanye hitam tersebut. Pasalnya, Ace tidak yakin apabila kampanye hitam itu murni dilakukan atas kemauan ibu-ibu itu sendiri.

“Kami akan menelusuri siapa yang melakukan kampanye hitam tersebut. Darimana ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengkampanyekan hoaks dan fitnah keji seperti ini,” ujarnya.

“Kami yakin bahwa cara-cara seperti ini dilakukan bukanlah berdiri sendiri tapi sistematis,” sambungnya.

Sebelumnya, aparat Satrekrim Polres Karawang telah meringkus tiga orang emak-emak yang diduga terlihat dalam kampanye hitam untuk mendiskreditkan Jokowi-Maruf.

Tiga ibu-ibu Karawang itu diduga melakukan kampanye hitam berupa tindak pidana ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin hingga viral di media sosial pada Minggu (24/2), pukul 23.30 WIB.

Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah mengungkapkan ketiga perempuan yang diamankan itu bernama Engqay Sugiyanti (49), Ika Peranika (45) dan Citra Widaningsih (44).

Menurut Nuredy, ketiga perempuan tersebut diamankan karena diduga melakukan kampanye hitam di sejumlah daerah di Karawang dengan cara mendatangi satu per satu rumah dan mengatakan jika Jokowi terpilih lagi, maka tidak akan ada azan di masjid-masjid.

“Sebagai tindakan preventif kepolisian, ketiga ibu-ibu itu telah diamankan Polres Karawang dan Polda Jawa Barat. Saat ini yang bersangkutan masih di Polda Jawa Barat,” tuturnya, Senin (25/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar sebuah video ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada azan lagi, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram indozone.id. Kemudian, di dalam video itu tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada pilpres 2019.

Penangkapan itu terkait video yang merekam aksi kampanye ibu-ibu sedang berada di salah satu rumah warga di Karawang, Jawa Barat.

Citra Widaningsih, salah satu dari tiga perempuan itu dibekuk polisi di kediamannya di Perumnas Telukjambe, Karawang, Minggu (24/2/2019) malam. Ibu rumah tangga itu diringkus usai akunnya atas nama @citrawida5 mengunggah video kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf.

Tak hanya Citra, polisi juga mengamankan dua orang bernama Engqay Sugiati dan Ika Peranika. Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing. Engqay diringkus di Kampung bakanmaja, Karawang. Sementara Ika, diringkus di Kamping Kalioyon, Desa Wancimekar, Karawang.

Comments are closed.