KPU Rancang Format Pemilihan Ramah bagi Penyandang Disabilitas

10
169

Jakarta NAWACITA – Dalam upaya memberikan fasilitas yang ramah kepada masyarakat penyandang disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dan pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merancang format pemilihan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dalam rangka hal tersebut, KPU bersama Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas (PPUA Disabilitas) menggelar sosialisasi, pendidikan, serta simulasi pemungutan dan penghitungan suara bagi pemilih penyandang disabilitas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (14/2).

Sosialisasi ini dinilai penting untuk memberikan informasi kepada penyandang disabilitas dalam menggunakan hak suaranya di pemilu serentak 17 April 2019 nanti.

Kepala Biro Teknis dan hubungan Partisipasi Masyarakat KPU RI, Nur Syarifah mengatakan, format itu misalnya seperti adanya template huruf braille untuk surat suara Pemilu Presiden dan DPD RI.

“Untuk penyandang disabilitas, ada template huruf braille untuk surat suara Pilpres dan DPD RI. Mereka bisa menggunakan template itu untuk menentukan pilihannya,” kata Nur Syarifah usai simulasi pemungutan suara bagi penyandang disabilitas.

Namun dijelaskannya, format tersebut hanya tersedia untuk Pemilihan Presiden dan DPD RI. Sedangkan untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten tidak ada template, sehingga penyandang disabilitas bisa menggunakan pendamping ketika menentukan pilihannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pendamping tersebut, kata Nur, diperkenankan ketika menghantarkan pemilih penyandang disabilitas ke bilik suara dan mencoblos sendiri.

“Tetapi ada kategori, terutama untuk tunanetra, karena dia mungkin tidak bisa mengenali surat suara terutama surat suara DPR RI dan provinsi, pendamping ini bisa menyobloskan,” ujarnya.

Selama ini menurut Nur, lara pendamping disabilitas itu adalah keluarga, dan tidak ada kriteria khusus bagi pendamping.

Dia menambahkan, saat ini surat suara sudah tercetak, dan disampaikan ke kabupaten kota, disortir, dimasukan dalam kotak suara, sudah mulai berproses.

“Jadi kalau ada surat suara rusak, warnanya buram, dikembalikan ke percetakan. Template juga berbarengan dengan surat suara,” pungkasnya.

Comments are closed.