LBH Jakarta: Angka Golput Kemungkinan Meningkat di Pilpres 2019

3
202

Jakarta, NAWACITA- Arief Maulana Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memprediksi jumlah pemilih golput meningkat di Pilpres 2019.

“Berdasarkan beberapa hal, saya kira perdebatan mengenai golput dan sikap golput, tampaknya akan meningkat di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2014,” ujar Arief di Gedung YLBHI Jakarta, Rabu (23/1).

Hak untuk golput merupakan salah satu fonomena yang muncul dari pilihan warga dunia terkait ekspresi mereka memandang politik.

“Golput dipilih sebagai bentuk koreksi dan itu terjadi dimana-mana. Setiap tahunnya berdasarkan data fenomena global jumlah pemilih golput memang mengalami peningkatan termasuk di Indonesia,” kata Arief.

Diungkapkan Arief, pilihan golput dibeberapa negara termasuk Indonesia sebagai bentuk kekecewaan dari pelaksanaan demokrasi oleh para pemilih. Karena meskipun dibungkus oleh kata “demokrasi” namun masih banyak pelanggaran ham yang terjadi.

“Selain itu hak warga negara tidak terpenuhi dan korupsi masih banyak terjadi,” kata Arief.

Sementara itu, bila dikembalikan pada kondisi Indonesia, Arief memaparkan berdasarkan Indeks Demokrasi Indonesia di tahun 2018 yang dibuat oleh The Economist Intelligence Unit atau EIU, Indonesia mengalami penurunan 20 peringkat dari peringkat 48 menjadi 68.

“Penurunan ini sangat tajam dan memang alasannya berdasarkan riset tadi bahwa masyarakat tidak puas dengan sistem demokrasi yang berjalan,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan bahwa di Pilpres 2014 masyarakat Indonesia merasa ada harapan baru, namun selama empat tahun terakhir Indeks Demokrasi Indonesia justru mengalami penurunan.

“Dampaknya di Pilpres 2019 ini dengan pasangan calon yang sama seperti Pilpres 2014, harapan itu sepertinya menurun karena banyak yang pesimis dengan pilpres kali ini,” kata Arief.

Hal itu, kata Arief, juga terlihat dengan persoalan hak asasi manusia yang dibiarkan saja dan tidak ditegakkan.

“Pembiaran hak asasi manusia ini juga termasuk pelanggaran,” tandasnya.

Comments are closed.