Sebanyak 199 Mantan Narapidana Kasus Korupsi Bertarung di Pemilu 2019

10
302

Jakarta, NAWACITA– Pelaksanaan Pemilu 2019 akan diikuti sebanyak 199 mantan narapidana kasus korupsi.

Mereka didaftarkan oleh Partai Politik (Parpol) yang lolos sebagai peserta pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik sebagai sebagai bakal calon legislatif (caleg) DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis bahwa para mantan narapidana kasus korupsi yang menjadi caleg ini terdiri dari 30 eks napi korupsi yang terdaftar sebagai bakal caleg DPRD di 11 provinsi, 148 eks napi korupsi terdaftar sebagai bakal caleg DPRD di 93 kabupaten, dan 21 eks napi korupsi terdaftar sebagai bakal caleg DPRD di 12 kota.

“Sejauh ini (jumlah tersebut) penelusuran hasil pengawasan yang masih divalidasi dan dipastikan,” ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifudin, Rabu (25/7) lalu.

Jumlah eks napi korupsi yang sejauh ini terpantau, yaitu 199 orang, adalah hasil sementara. Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring pengawasan yang terus dilakukan Bawaslu hingga KPU menetapkan daftar calon tetap (DCT) pada 20 September mendatang.

KPU juga memberikan masa perbaikan administrasi kepada partai politik terkait pendaftaran caleg yang akan di tutup pada 31 Juli. Parpol peserta pemilu boleh mengganti dan mencoret nama-nama caleg yang tidak berkualitas dan profesional untuk bertarung di pemilihan legislatif mendatang.

 

 

 

 

(Red: Restu, sumber Times- Foto Tribun)

Comments are closed.