Sekjen PDIP Sebut SBY Mulai Melankolis Untuk Bermanuver Politik

1
362
Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto

 

Jakarta, NAWACITA– Menghadapi Pilpres 2019, Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait hubungannya dengan Ketum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri yang belum membaik.

Pernyataan SBY ini diungkapkan saat menjawab isu yang berkembang terkait rencana koalisinya dengan partai oposisi. Sebagai ketua umum partai Demokrat, SBY dikaitkan dengan hubunganya tersebut dengan Megawati sehingga menjadi rintangan dan hambatan berkoalisi bersama poros Jokowi pada Pilpres 2019

Atas pernyataan SBY itu, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto menjawab tudingan tersebut agar tidak menjadi polemik bagi popularitas PDIP yang naik dan ketua umum PDIP Megawati Soerkarnoputri.

Hasto menyebut “keluhan melankolis” lewat panggung jumpa pers ala SBY bukan barang baru. Tetapi sudah berlangsung sejak lama, yakni setiap hajatan Pemilu.

“Silakan lihat dalam jejak digital maupun media cetak, bahwa setiap menjelang pemilu pasti Pak SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Megawati,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/7).

Hasto pun menyebut perilaku SBY itu sebagai keluhan musiman.

Padahal, menurut dia, selama ini Megawati baik-baik saja. Megawati, lanjutnya, memilih diam karena meyakini pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang.

Manuver SBY mengingatkan Hasto dengan periode pemilihan presiden 2004 silam. Ia mengatakan saat itu SBY juga memposisikan diri sebagai korban.

“Saat itu Pak SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizalimi. Secara psikologis, seharusnya yang menzalimi itu kan yang merasa bersalah, tetapi kenapa ya Pak SBY justru tampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Ibu Mega?,” ucap Hasto.

 

 

(Red: Restu, sumber TS)

Comments are closed.