KPU Datangi Istana, Laporkan Hasil Pilkada dan Tahapan Pemilu 2019

13
251
Keterangan: Komisioner KPU dipimpin ketuanya Arief Budiman dan Staf Khusus Presiden Johan Budi berjalan menuju ruangan konperensi pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Kemarin (11/7) siang. (Foto: Oji/Humas)

Jakarta, NAWACITA– Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatangi Istana negara untuk melaporkan tahapan pemilu 2019 dan hasil pergelaran pilkada serentak tahun ini.

 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi para menteri mulai dari Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

 

Audiensi atas permintaan KPU untuk melaporkan atau memberi informasi tahapan-tahapan pemilu dan hasil pilkada kemarin,” kata Johan Budi, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, kepada wartawan usai pertemuan tersebut.

 

Sementara Ketua KPU Arief Budiman mengemukakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya melaporkan tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan anggota legislatif (Pileg), dan pemilihan presiden (Pilpres).

 

Terkait dengan pilkada, menurut Arief, seluruh tahapan telah dilaporkan KPU mulai dari proses pelaksanaannya, data pemilihnya, hambatannya, tantangannya, termasuk terakhir sekarang yang sedang berproses yaitu sengketa di Mahkamah Konstitusi.

 

“Semua kita sudah laporkan detailnya,” ujar Arief.

 

Sementara terkait dengan pelaksanaan  pemilu legislatif dan pemilu presiden, KPU melaporkan beberapa yang sudah dikerjakan tahapannya, misalkan pemutakhiran data pemilih, pembentukan penyelenggara pemilu, sampai dengan PPLN yang di luar negeri.

 

Kemudian penyiapan proses pendaftaran bakal calon anggota DPD, DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, serta persiapan pencalonan presiden dan wakil presiden.

 

“Kami juga laporkan bahwa sampai dengan hari ini, hari ke-8 dari total 14 hari yang disediakan untuk pendaftaran bakal calon, itu belum satu pun partai politik mendaftarkan ke KPU RI untuk calon DPR RI,” ungkap Arief.

 

Yang terakhir, lanjut Arief, KPU melaporkan beberapa hal yang sekarang sedang dihadapi KPU. Pertama terkait dengan penggunaan teknologi informasi dalam proses penyelenggaraan pemilu yang sebetulnya itu sudah digunakan sejak pemilu-pemilu sebelumnya tetapi untuk pemilu yang sekarang tantangan KPU semakin besar semakin beragam semakin rumit terhadap proses ini.

 

“Jadi kami sampaikan bahwa kami tidak bisa menyelesaikan persoalan itu sendiri maka kami butuh bantuan dari lembaga-lembaga pemerintah yang punya keahlian di bidang ini,” kata Arief.

 

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Setkab)

Comments are closed.