Partai Rakyat Berdaulat Gabung ke PPP Untuk Ikut Pemilu 2019

54
193
Keterangan: Partai Rakyat Berdaulat (PRB) resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jakarta, kemarin (05/5) (Foto Jawa Pos)

Jakarta, NAWACITA– Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan dukungan kolaborasi dari Partai Rakyat Berdaulat (PRB) untuk bertarung di Pemilu 2019.

 

PRB secara resmi bergabung dengan PPP untuk bisa membawa partai Berlambang Ka’bah ini bisa tembus tiga besar yang telah menjadi dari target ketua Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

 

“Ini tentu menambah kepercayaan diri kami, PPP lolos dari treshold yang akan datang, bahkan bisa mencapai pada posisi tiga besar pemenang Pemilu 2019,” kata Romi, sapaan Romahurmuziy di Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Selasa (5/6) sore.

 

Lebih jauh Romi mengatakan, bersatunya PRB ke PPP akan memberi kekuatan baru. Alasannya, ujar dia, PRB berisikan orang-orang berlatar belakang profesional.

 

“Adanya penggabungan ini berarti memberi kekuatan baru dan darah baru terhadap Partai Persatuan Pembangunan. Terlebih PRB ini berisi profesional dibidangnya, terutama di lingkungan jasa konstruksi, lingkungan pelaku IT dan kelistrikan,” ujarnya.

 

PRB, lanjutnya, juga memberikan warna baru di dalam tubuh Partai berlambangkan Ka’bah itu.

 

“(PRB) memberi warna pada Partai Persatuan Pembangunan dan sesuai dengan tagline kami secara khusus yang saya sampaikan kemana-mana kedepan kita harus mengedepankan kerja cerdas, kerja keras dan kerja ikhlas. Maka kerja cerdasnya itu terwakili dengan adanya kelompok-kelompok profesional ini,” pungkasnya.

 

Kemudian, Romi juga mempersilahkan Pengurus maupun Kader PRB yang ingin mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif.

 

“Tentu setelah bergabungnya PRB kita akan ikuti dengan bergabungnya seluruh struktur kepengurusan PRB di tingkat DPP, DPW dan DPC bergabung bersama PPP. Plus kita juga mendorong rekan-rekan eks PRB ini menjadi calon legislatif dari partai Persatuan Pembangunan di semua tingkatan,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Red: Bee, sumber Istimewa/TS)

Comments are closed.