UU MD3, Singgasana Pimpinan MPR dari PKB Dijabat Muhaimin Iskandar

12
185
Keterangan: Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa

 

JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar mendapatkan mandat dari partainya untuk menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 

 

“Rapat pleno DPP PKB memutuskan Pak Muhaimin mengisi jabatan pimpinan MPR. Sudah sah, ya di PKB,” jelas Wasekjen PKB Jazilul Fawaid, di Jakarta, (19/3).

 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, PKB berhak mendapatkan satu kursi di pimpinan MPR karena berstatus sebagai partai peraih suara terbanyak keenam di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

 

Jazilul mengatakan, penunjukan Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar karena dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menjadi pemimpin MPR. 

 

“Pak Muhaimin pernah jadi Pimpinan DPR, sekarang Pimpinan MPR, itu lebih dari cukup untuk track record. Figur Pak Muhaimin lebih menyatukan pimpinan yang ada,” imbuhnya. 

 

Kehadiran Cak Imin di pimpinan MPR juga diyakini dapat memperkokoh kinerja MPR. Jazilul menilai, Muhaimin sebagai sosok pemimpin yang berkarakter dan bisa berkomunikasi dengan banyak pihak.

 

“Figur Pak Muhaimin lebih (juga dapat) menyatukan pimpinan yang ada, lebih meningkatkan kinerja yang ada, sehingga DPP PKB memutuskan itu,” pungkas dia.

 

PKB mendapatkan jatah kursi pimpinan MPR Setelah RUU MD3 disahkan menjadi Undang-undang. Dalam salah satu pasal di dalam UU tersebut dijelaskan bahwa jatah untuk menjadi pimpinan MPR berasal dari partai pemenang pemilu dengan perolehan kursi terbanyak ke enam.

 

 

(Red: Askur)

Comments are closed.