Warga Jenuh dengan Isu SARA, Popularitas Anies-Sandi Langsung Melorot

1
149
Foto: detik.com

Nawacitapost.com – Pengamat Politik dari Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengatakan, dengan adanya isu penistaan agama, jelas Salang, mampu menempatkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di posisi teratas versi survei.

“Persis di akhir Maret mencapai titik tertinggi. Kurang lebih 50.7 persen,” ujarnya, di Jakarta, beberapa saat lalu.

Namun menurutnya, laju elektabilitas Anies-Sandi yang dipengaruhi isu-isu jangka pendek seperti penistaan agama mulai mengalami degradasi atau penurunan.

Hal itu, kata dia, terlihat pada survei Charta Politika Indonesia hari Sabtu (15/4/2017). Penyebabnya, lantaran sebagian besar rakyat Jakarta memang pemilih rasional.

“Ini membuktikan isu SARA pelan-pelan mulai diabaikan pemilih rasional berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional juga,” terangnya.

Masyarakat, sambungnya, mulai melihat kandidat berdasarkan kemampuannya merealisasikan program atau tidak.

Berbagai program yang ditawarkan Anies-Sandi terutama kepemilikan rumah dengan DP 0% tampaknya menjadi bumerang bagi pasangan tersebut. Banyak kalangan menilai program tersebut tidak masuk akal untuk diterapkan di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat ditempatkan oleh Lembaga survei Charta Politika di posisi teratas survei dengan elektabilitas 47,3 persen. Disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 44,8 persen.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan elektabilitas dari hasil survei belum pasti menunjukkan siapa paslon yang akan memenangi Pilgub DKI putaran kedua.

“Tren peningkatan terlihat pada pasangan Ahok-Djarot, sementara Anies-Sandi terlihat stagnan,” kata Yunarto di kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4/2017).

Yunarto menjelaskan, lembaganya bertanya kepada 782 responden tentang acara debat antara Ahok dan Anies di Program  Mata Najwa yang ditayangkan Metro TV pada Senin (27/3/2017).

Sebanyak 50,3 persen responden menonton acara tersebut. Dan dari jumlah itu, 58,5 persen responden menganggap Ahok unggul di berbagai segi. Sementara 31,3 persen responden berpendapat Anies yang unggul.

“Di acara itu,  Ahok juga dianggap paling baik menyampaikan gagasan oleh 49,5 persen responden, sementara Anies diunggulkan oleh 38,5 persen responden,” kata Yunarto.

Dalam hal program, Ahok juga masih memimpin dengan 52,3 persen responden menilai programnya paling bagus.

Trend meningkatnya popularitas Ahok-Djarot diakui oleh Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi. Meski hasil survei lembaganya masih menempatkan Anies-Sandi sedikit di atas Ahok, yaitu 48,2 persen, sementara Ahok-Djarot mendapat 47,4 persen, namun dia mendapati popularitas Anies Sandi terus menurun.

“Sejak Februari lalu dukungan terhadap  Ahok-Djarot tampak konsisten mengalami peningkatan, sementara Anies-Sandi sempat menguat dalam temuan exit poll yang lalu, tapi saat ini kecenderungan dukungannya melemah,” kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017) kemarin. (rian)

Comments are closed.