Bawaslu DKI Ancam Beri Sanksi Bila Ada Cagub/Cawagub yang Kampanye di Luar Jadwal

11
179

Nawacita.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta  menemukan dan menerima laporan dugaan kegiatan kampanye ilegal sejak 16 Februari. Laporan dan temuan indikasi kampanye ilegal melibatkan kegiatan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur ibu kota, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kita saling ingatkan agar semua menahan diri tidak ada kampanye sampai KPU menetapkan waktu kampanye di putaran kedua,” kata Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti di Kantor Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Menurutnya, jika laporan dan temuan pengawas terbukti, pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dapat dijerat sanksi kampanye di luar jadwal sesuai Pasal 187 ayat 1 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Pasal 187 ayat 1 UU Pilkada berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk masing-masing calon dipidana dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100 ribu atau paling banyak Rp1 juta.”

“Jika sanksi pidana atas kegiatan cagub dan cawagub di luar masa kampanye tak bisa diberikan, Bawaslu DKI akan merekomendasikan sanksi administrasi bagi calon terkait,” kata Mimah.

Bawaslu memandang, selama ini banyak kegiatan cagub dan cawagub ibu kota yang mengandung unsur penyampaian program kerja atau visi dan misi. Karena itu,  Bawaslu mengimbau peserta Pilkada DKI untuk tidak melakukan kegiatan kampanye sebelum putaran ke-2 resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Comments are closed.