PGRI Tuntut Presiden Jokowi Perhatikan Nasib Guru Honorer

0
56
Aksi demontrasi guru honorer agar diangkat menjadi ASN. (Foto: Ist)

 

Jakarta, NAWACITA– Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menganggap pemerintahan Jokowi-JK tidak mempunyai niat baik terhadap aspirasi dan nasib para guru hononer.

Hal ini disampaikan Ketua PB PGRI Didi Suprijadi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (10/11). Menurutnya, aksi para guru honorer di Istana negara beberapa waktu lalu hanya meminta pemerintah memberikan kejelasan atas nasib mereka.

“Berbagai aksi para guru honorer dilakukan mulai dari aksi long march hingga nginap di depan Istana, Namun tidak digubris sama sekali. Kami jadi dilema akan nasib kami para guru terutama yang masih honorer,” terangnya.

Didi menegaskan bahwa saat ini sekitar ada sekitar 1,2 juta guru honorer di seluruh Indonesia. Banyak dari mereka telah mengabdi hingga puluhan sampai ada telah 30 tahun.

“Sampai detik ini ada guru hononer yang pensiun di umur 60 tahun hanya mendapatkan gaji Rp160 ribu per bulan. Sungguh ironi sekali bangsa ini, seorang pendidik yang bekerja di instasi pemerintah mengabdi disekolah hanya mendapatkan imbalan yang jauh dari kata cukup” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan diskusi ini, Anggota Komisi X DPR RI sekaligus politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang menjadi salah satu pembicara bisa menyampaikan aspirasi para guru ini kepada Presiden Joko Widodo.

“Saya berharap aspirasi kami di dengar. Mudah-mudahan Pak (Effendi) Simbolon menyampaikan persoalan kami supaya bisa membuka hati Presiden Jokowi mengangkat honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” tandasnya.

 

 

 

(Red: Daril, sumber TS)

Tinggalkan Balasan