Perjalanan Panjang Kepulauan Nias Menuju Gerbang Wisata Dunia

0
359

(Sebuah tulisan dari catatan Herlina Gea) Part 2

Jakarta, NAWACITA – Masih dengan cerita Perjalanan Panjang Kepulauan Nias Menuju Gerbang Wisata Dunia, tahun 2016 menjadi titik awal bangkitnya promosi wisata Kepulauan Nias. HIMNI menjadi titik sentral pergerakan ketika pada pertemuan tanggal 1 Februari 2016 Direktur Kementerian Pariwisata memberikan peluang berupa celah yang harus di perjuangkan dan direbut oleh Kepulauan Nias, agar pada tahun 2017 bisa masuk dalam program promosi Pariwisata Pemerintah Pusat.

Syarat yang menjadi sulit adalah karena Kepulauan Nias berada pada tingkat daerah yang berada di bawah Provinsi yaitu Provinsi Sumatera Utara. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat menjadi kebutuhan mendesak demikian juga kebutuhan untuk menyatukan persepsi lima KADA (Kepala Daerah di Kepulauan Nias). Sangat dibutuhkan persepsi yang sinkron dan harmonis dari seluruh KADA, sehingga program Pariwisata yang diajukan oleh setiap Daerah tidak harus sama tetapi saling melengkapi.

Kepulauan Nias berada dalam posisi yang sangat beruntung karena disaat yang tepat, dua putra daerah menempati jabatan diposisi tingkat Nasional dan keduanya memberikan perhatian penuh untuk memajukan pariwisata Kepulauan Nias dan keduanya berada dalam jajaran Struktur HIMNI, yaitu Marinus Gea, sebagai anggota DPR RI sekaligus sebagai Ketua Umum HIMNI dan Yasonna H Laoly, sebagai Menteri Hukum dan Ham sekaligus sebagai anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO).

Melalui ormas HIMNI, jangkauan koordinasi kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah lebih mudah dilakukan. Koordinasi kepada Pemerintah Daerah disampaikan melalui pertemuan Ketua Umum HIMNI dan Menkumham sebagai Putra Daerah dengan FORKADA (Forum Kepala Daerah), sehingga pembuatan proposal Promosi Pariwisata yang dibutuhkan oleh Kementerian Pariwisata dapat dipersiapkan walaupun tetap harus dipandu dan difollow up oleh Team yang dibentuk oleh HIMNI.

Tanggal 2 dan 3 Juni 2016, Launching Pariwisata Kepulauan Nias terlaksana di Auditorium Kementerian Pariwisata. Panitia bentukan HIMNI menyanggupi pelaksanaan pameran produk unggulan Nias dari lima daerah untuk di pamerkan di area pameran yang disediakan oleh Kementerian Pariwisata. Hampir semua personil Panitia mengajukan cuti dari tempat kerja mulai dari tanggal 1 Juni 2016, hanya satu tekad, mensukseskan Launching Pariwisata Kepulauan Nias.

Pameran diisi penuh oleh lima Dinas Pariwisata dari Kepulauan Nias, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat. Area pameran yang tersedia penuh terisi. Panitia menyediakan team musik yang sepanjang waktu meramaikan dengan musik dan lagu-lagu khas Nias. Penuh semangat, Panitia melakukan tarian maena ketika musik Nias yang penuh beat dinyanyikan. Beruntung, Direktur Promosi Pariwisata, mendukung kemeriahan yang dilakukan. Melalui pameran, banyak masyarakat Nias dan juga masyarakat umum yang hadir dan mendapatkan informasi tentang Nias yang aktif disampaikan oleh Duta Pariwisata yang dihadirkan oleh setiap daerah di stand pameran masing-masing daerah.

Melalui pameran pariwisata ini juga, HIMNI sekaligus mempromosikan tagline Pariwisata : NIAS PULAU IMPIAN. Logo yang indah, dengan warna yang merepresentasikan tiga warna khas Nias yaitu Merah, Kuning dan Hitam dengan visual gambar burung beo, yang merupakan salah satu identitas khas Kepulauan Nias yang sudah dikenal secara luas dengan diawal tulisan NIAS yang kokoh dan tegas. Logo ini disosialisakan melalui pencetakan Kaos dan dijual ke masyarakat.

Menjadi menarik untuk dipakai ketika logo dicetak diatas kaos dengan warna warni menarik dan juga kaos berkualitas dan nyaman dipakai. Logo NIAS PULAU IMPIAN juga dipromosikan melalui merchandise lainnya, yaitu gantungan kunci dan topi. Perncetakan merchandise dilakukan sukarela dengan harapan jangkauan promosi semakin luas. Promosi melalui medsos tidak kalah gencarnya, sehingga promosi tidak terbatas di Jakarta, masyarakat di Kepulauan Nias dan di daerah lain, semua mendapat informasi dan gencar mengetahui bahwa putra putri Nias melalui HIMNI sedang memperjuangkan promosi wisata daerah asalnya. Hal positif yang patut di apresiasi adalah kekompakkan lima Kepala Daerah mendukung Launching Pariwisata yang dibidani oleh HIMNI.

Dimulai dari titik ini, ketika kemudian promosi pariwisata menjadi mesin yang bergerak cepat dan tidak berhenti. Bertempat di Auditorium Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dihadiri oleh lima Kepala Daerah, dihadiri oleh Menkumham RI sekaligus sebagai putra daerah, dihadiri oleh tokoh masyarakat Nias, baik yang di Jabodetabek bahkan sebagian datang dari luar Jakarta, dihadiri oleh relasi dan kolega sebagai undangan kehormatan, dengan dukungan penuh dari hampir seluruh Ormas masyarakat Nias Jabodetabek yang mengirimkan ucapan melalui banner kepada Panitia dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata, puncak acara peluncuran logo NIAS PULAU IMPIAN, menjadi titik awal perjalanan panjang promosi pariwisata Kepulauan Nias dimulai.

Logo NIAS PULAU IMPIAN menjadi milik Kepulauan Nias, menjadi milik masyarakat Nias, berbagai merchandise yang mencetak logo ini bebas dicetak dan diperjualbelikan walaupun sebenarnya yang menciptakan dan mendaftarkan hak cipta adalah HIMNI. Namun eforia tentang NIAS PULAU IMPIAN memberikan dua sisi yang tidak bisa ditolak. Ada sisi yang menanggapi secara positif dan percaya bahwa promosi pariwisata membutuhkan tagline sehingga ada satu motto yang menyatukan perjuangan.

Logo ini bahkan kemudian, diadopsi oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli pada maskot Pesta Yaahowu tahun 2017. Namun ada juga sisi yang menerimanya dengan pesimis bahkan terkesan tidak mendukung dengan menterjemahkan bahwa makna NIAS PULAU IMPIAN adalah ‘Hulo Wangifi’ atau Pulau Mimpi. Menanggapi dua sisi yang berbeda ini, dibawah pimpinan Ketua Umum HIMNI, Bapak Marinus Gea, seluruh jajaran HIMNI diajak dan dihimbau untuk menanggapi dengan sikap dewasa yaitu: mendukung sikap sisi positif dan menerima sikap sisi negatif sebagai bagian dari perjuangan yang harus dilewati.

Kalau saat ini, logo NIAS PULAU IMPIAN mulai tenggelam ditengah-tengah banyaknya logo yang muncul kemudian dan yang terbaru adalah logo perjuangan Sail Nias, tetap saja HIMNI tidak merasa terlupakan, karena NIAS PULAU IMPIAN masih harus diperjuangkan, masih membutuhkan kobaran semangat yang harus dirawat dan perjalanan perjuangan masih panjang. Melalui MUNAS V HIMNI, yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019, kobaran semangat ini kembali dibakar dengan memilih Tema : MENUJU NIAS PULAU IMPIAN.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Kepulauan Nias Menuju Gerbang Wisata Dunia Part 1

Tinggalkan Balasan