Pendiri PAN Minta Amien Rais Mundur, Sekjen: Abaikan Saja

0
36
Amien Rais, Mantan Ketua MPR RI.

Jakarta NAWACITA – PAN (Partai Amanat Nasional) saat ini sedang bergemuruh, pasca beredarnya surat terbuka yang meminta Amien Rais untuk mundur. Persoalan ini dikaitkan dengan Pilpres 2019, dan terjadi saling tuding. Para petinggi partai berlambang matahari itu pun menduga pihak-pihak yang menginginkan Amien Rais mundur adalah orang-orang yang pro Jokowi.

Seperti dilontarkan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Malaudi yang menduga para pendiri PAN yang meminta Amien Rais untuk mundur adalah mereka yang pro dengan Jokowi.

Diketahui, sebelumnya lima pendiri PAN menginginkan agar Amien Rais mundur dari PAN dengan mengirimkan surat terbuka. Mereka, Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Tety Heraty, dan Zumrotin, menandatangani surat terbuka yang meminta Amien Rais menyerahkan partai tersebut kepada generasi penerus. Dalam surat tersebut disebut pula bahwa Mantan Ketua Umum PAN tersebut semakin eksklusif dan tak mampu menumbuhkan kerukunan bangsa baik melalui pernyataan maupun sikap politiknya.

Menanggapi kisruh ini Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno pun angkat bicara. Eddy memilih untuk mengabaikan kritikan lima pendiri PAN itu.

“Saya pribadi akan mengabaikan imbauan mereka,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu (26/12), seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Eddy, lima pendiri PAN yang melayangkan surat terbuka untuk pemberhentian Amien Rais itu sudah lama tidak aktif di partai. Mereka juga tidak punya akan ataupun pengikut di partai.

Eddy juga memaparkan, para pendiri itu memiliki pilihan politik yang berbeda dengan PAN dalam Pemilihan Presiden 2019.

Ia pun mengatakan, DPP PAN akan tetap solid mendukung Amien Rais, baik terkait posisi maupun pandangan politiknya.

“Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut, tetapi kami meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung Pak Amien Rais, terkait posisi dan pandangan politiknya,” tegas Eddy.

Eddy juga menegaskan agar internal PAN tetap solid dan senantiasa menjalankan instruksi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Semua pihak yang berkaitan dengan PAN, kata dia, diminta untuk ikut menjaga keutuhan partai.

Sementara, lima pendiri PAN yang mengirimkan surat membantah tudingan disebut pro Jokowi. Salah satunya, dikatakan Abdillah Toha, para pendiri PAN meminta Amien Rais untuk mundur, murni karena manuver politik yang dipilihnya. Mereka menilai manuver politik tersebut melenceng dari prinsip awal PAN didirikan.

“Loh, kalau kita umpamanya, andai kata itu benar kita mendukung Pak Jokowi, saya tidak mengatakan iya atau tidak, saya nggak mau kampanyelah, andai kata itu benar, apa kalau ada orang mendukung salah satu capres terus harus ditutup mulutnya? Itu tidak ada hubungannya dengan itu sama sekali,” terang Abdillah, dikutip dari Detik.com, pada Kamis (27/12).

“Itu saja. Kita ingin menasihati kawan kita, apa nasihat kita diterima atau tidak, paling tidak kita sudah menunaikan tanggung jawab kita,” tambah Abdillah.

Amien Rais sendiri merupakan salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum DPP PAN yang pertama. Dalam kepengurursan tahun 2015-2020 ini, Amien menduduki jabatan Ketua Dewan Kehormatan Partai.

Tinggalkan Balasan