Bangun Wartawan Intelektual, Antusiasme Peserta Sambut Pelatihan Jurnalistik Oleh PPWI

0
162

Pelalawan, NAWACITAPOST – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menggelar pelatihan dasar jurnalistik secara virtual melalui sistem zoom meeting, Sabtu (28/08/2021). Pelatihan ini dihadiri oleh Dosen ilmu komunikasi, Serepina Tiur Maida sekaligus menjadi moderator.

Kegiatan positif ini disambut atusias oleh 78 para peserta dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Seluruh peserta yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan membatasi aktivitas dengan tetap berada di rumah.

Dimulai pukul 13.15 WIB, beberapa narasumber dihadirkan dan siap untuk memberikan edukasi mengenai ilmu jurnalistik kepada peserta. Diantara narasumber yang hadir yakni, ketua DPN PPWI, Wilson Lalengke.

Dalam kesempatanya, Wilson memaparkan materi mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar “seorang jurnalis harus mengerti dasar dalam penulisan sebuah berita dengan memperhatikan S+P+O+K supaya menjadi sebuah kalimat yang padu” jelasnya.

Selanjutnya dosen ilmu komunikasi, Mung pujanarko juga memberikan paparan materi mengenai ‘Quick news’. Pujanarko memperagakan langsung langkah-langkah membuat Quick news kepada peserta.

“Pembuatan Quick news harus bisa menempatkan 5W+1H pada posisi tidak masalah tidak teratur yang penting enak di baca,” tuturnya.

Disisi lain, seorang praktisi jurnalis, Danny PH Siagian memaparkan materi mengenai editing berita dan jurnalistik online. Menurutnya, editing tulisan penting untuk membuat suatu berita lebih efisien.

“Tujuan di edit nya berita adalah untuk memangkas kata atau kalimat yang tidak penting” ujarnya.

Semua peserta pelatihan Dasar jurnalistik pasti mendapatkan ilmu tentang teknik cara menulis berita cepat, peserta juga sekaligus mendapatkan relasi dan ilmu pengetahuan dalam penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Berakhir pukul 17.00 WIB, seluruh peserta yang hadir menerima sertifikat sebagai bukti apresiasi peserta dalam kegiatan pelatihan dasar jurnalistik.

(Junius Zalukhu)