Dies Natalis ke-40 UWKS, MenKo PMK Muhajir Effendy Sampaikan Program Peningkatan Kualitas SDM

0
214
Surabaya NAWACITAPOST – Rangkaian acara peringatan Dies Natalia ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang jatuh pada tanggal 19 Juni 2021, dibuka dengan Rapat Terbuka Senat UWKS, Senin (21/6)

Selain seluruh Civitas Akademika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan tamu undangan, dalam agenda tahunan yang dilakukan secara luring dan daring dengan penerapan protokol kesehatan ketat tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. menyemarakkan rangkaian Dies Natalis UWKS dan melakukan penandatanganan Batu Prasasti Dies Natalis Ke-40 UWKS bersama Rektor UWKS Prof. H. Sri Harmadji, dr, Sp. THT-KL (K).

Membawa tema “Peran dan Prospek Universitas Wijaya Kusuma dalam Pembangunan Bangsa yang Berkebudayaan dan Berkemajuan”, Rektor UWKS Sri Harmadji melalui laporan tahunannya mengajak segenap Civitas Akademika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya untuk menengok dan merenungkan tata nilai dan budaya organisasi yang dijunjung tinggi oleh keluarga besar UWKS dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan universitas, yaitu :

1. Menjunjung tinggi, mengutamakan dan menerapkan spirit Bhinneka Tunggal Ika

2. Wawasan kebangsaan yang humanistik, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal

3. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik

4. Paradigma akademik, yang memandang ilmu mempunyai sifat-sifat universal, ilmu milik masyarakat, ilmu bebas dari kepentingan pribadi.

Selain tata nilai, dalam rangka pencapaian Visi, misi dan tujuan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengembangkan budaya organisasi sebagai berikut:

1. Karya dan kekaryaan:

2. Kebersamaan yang berkualitas, yang selalu membangun team work yang profesional

3. Mengembangkan kepemimpinan yang arif, bijak, adil, jujur, dan penuh pengertian

4. Kepedulian dalam kehidupan sosial: dan

5. Kepribadian yang teguh, teteg, tatag, tanggon, dan tapsila.

Tata nilai dan budaya organisasi tersebut di atas dapat menjadi instrumen yang sangat tepat dalam rangka mewujudkan dan mendukung pendidikan karakter di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

” Pada hari ini kami merasa sangat berbahagia karena menyambut hari jadi UWKS yang ke-40, pada kondisi yang penuh keprihatinan karena adanya pandemik virus corona19 seluruh keluarga besar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya masih tetap bersemangat menjalankan tugas masing-masing sehingga mutu penyelenggaraan pendidikan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya terus meningkat,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Rektor juga melaporkan rencana-rencana strategis yang akan dilakukan UWKS terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan, kinerja organisasi, sistem penjaminan mutu internal serta peningkatan peringkat akreditasi.
UWKS, menurut Rektor juga telah mengeluarkan kebijakan “Kampus Merdeka” dan “Merdeka Belajar” seiring dengan kebijakan kementrian Pendidikan dan kebudayaan.
Di bidang administrasi umum dan keuangan, UWKS juga berkonsentrasi pada antisipasi dampak pandemi virus corona-19. ” Pandemic virus covid-19 telah terjadi lebih dari satu tahun yang lalu. Musibah ini mempengaruhi segala macam sendi kehidupan termasuk pelaksanaan layanan Pendidikan tinggi di Unversitas Wijaya Kusuma Surabaya. Maka dari itu, UWKS juga telah menerapkan kebijakan pembelajaran daring dan protokol kesehatan yan ketat di kampus untuk beradaptasi dengan tatanan kenormalan baru secara aman dan produktif,” ucap Sri Harmadji.
Diakhir pidatonya, Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas segala sumbangan pikiran, bantuan dan kerjasama yang baik dalam pengembangan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Menyambung pidato Rektor UWKS, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. menyampaikan orasi ilmiah.
Sesuai harapan presiden Jokowi, Muhajir menegaskan akan mengupayakan penurunan angka stunting di Indonesia hingga hanya 14% ditahun 2024.
” Stunting sangat mempengaruhi produktifitas SDM masyarakat Indonesia, maka dari itu harus ada intervensi kebijakan dan program untuk pembangunan manusia dan kebudayaan,” ungkapnya.

Terobosan kebijakan dan program untuk pembangunan manusia dan kebudayaan yang tengah dilakukan antara lain, tidak boleh lagi ada anak usia dini yang tidak memperoleh pendidikan. ” Satu desa satu PAUD, terkait hal ini bantuan operasional sudah dianggarkan diatas 6 triliun untuk pendidikan dasar,” katanya.

Untuk SD/SMP, menurut Muhajir, dari awal presiden sudah berupaya menekan angka putus sekolah dengan pemberian KIP kepada 22 juta anak, dan juga ada bantuan PKH kepada keluarga pra sejahtera.

KIP (Kartu Indonesia Pintar, red) juga masuk keperguruan tinggi, khususnya untuk mahasiswa yang berprestasi bagus.

Bagi siswa siswi SMA dan SMK juga sudah dilakukan peningkatan kualitas untuk masuk ke dunia kerja. Strateginya adalah memperbanyak SMK dan menyesuaikan kurikulum sekolah dengan dunia usaha.

” Tahun 2035, Indonesia akan mendapat momentum bonus demografi, yaitu angka usia produktif yang sangat tinggi, maka dari itu saat ini pemerintah bekerja keras untuk memperluas dunia kerja melalui investasi. ” Semoga kita bisa memanfatkan momen ini dan mari kita ambil hikmah dari ujian pandemi Covid,” tandas MenKo PMK.

Disela-sela kegiatan, Ketua Yayasan Wijaya Kusuma Drs. Soejadmiko, MM. menyampaikan, ” Suatu Kehormatan Menko Muhajir berkenan hadir di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang merupakan Kampus Budaya yang terus mencetak generasi unggul dan berkontribusi dalam pembangunan manusia selaras dengan kebijakan-kebijakan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhajir Effendy.”

“Dies Natalis ke-40 ini merupakan perwujudan dari motto UWKS yang anggung, wimbuh, linuwih yaitu selalu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Selalu ada perkembangan setiap tahunnya dalam berbagai bidang dan bentuk,” lanjut Ketua Yayasan Wijaya Kusuma.

“Kehadiran UWKS di tengah masyarakat memberi makna dan dampak positif bagi siapapun. Dalam rangkaian Dies Natalis ke-40 Yayasan Wijaya Kusuma berencana membangun Wijaya Kusuma Mart, meresmikan air mineral Wijaya, meresmikan UWKS TV dan menanam porang di lahan 6000 m2. Hal ini sejalan dengan tema Dies Natalis tahun ini UWKS yang Berkemajuan dan Berkebudayaan.” Tambah Dr. Drs. Basa Alim Tualeka, M.Si. Ketua Dies Natalis. (BNW)