Kontribusi Penanganan Covid-19, FISIP Unair kembali menggelar ICoCSPA 2020

0
100

Surabaya NAWACITAPOST – Dalam upaya menyikapi isu dukungan ilmu sosial untuk COVID-19, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga kembali menggelar International Conference on Contemporary Social and Political Affairs (ICoCSPA) 2020.

Sesuai dengan kebutuhan, ICoCSPA kali ini bertemakan “Social Sciences’ Contribution to Handling the Pandemic” atau “Kontribusi Ilmu Sosial untuk Menangani Pandemi”.

Tema tersebut didasari dalam penanganan pandemi virus corona, diperlukan pendekatan multi disiplin yang memadukan keahlian di berbagai bidang, terutama bagi ilmuwan sosial yang studinya dapat memberikan wawasan tentang konteks kemanusiaan.

Oleh karena itu, tema ini dibagi dalam lima subtopic, yaitu:

  1. Civic Participation in the Times ofCrisis atau Partisipasi Masyarakat di Saat Krisis
  2. Infodemic and Disinformation Inundation atau Informasi yang berlebihan dan kesalahan informasi
  3. Cultural Shift and Redefining Normality atau Pergeseran Budaya dan Mendefinisikan Ulang Normalitas
  4. Politics of Leadership and Public Trust atau Politik Kepemimpinan dan Kepercayaan Publik
  5. Economic Uncertainty and Resurgence atau Ketidakpastian dan Kebangkitan Ekonomi

Konferensi yang penyelenggaraannya menginjak tahun ke-6 ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2020, melalui Zoom Conference.

ICoCSPA 2020 terbuka bagi seluruh akademisi internasional, dengan invited speakers sebagai berikut:

  1. Prof. Mark Tuner, Honorary Professor of The School of Business UNSW Canberra at The Asutralia Defence Force Academy, Australia.
  2. Prof. Myrtati Dyah Artaria, Professor at Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga, Indonesia.
  3. Assoc. Prof. Abdul Jalil Mohamed Ali, Dean of Faculty of Administrative Science and Policy Studies, Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Partisipan ICoCSPA adalah 50 peserta terbaik dari Negara Indonesia, India, dan Taiwan. Mereka berasal dari akademisi yang memiliki latar belakang ilmu sosial, dan praktisi yang terkait dengan penanganan COVID-19. (*)