Penanganan Bencana Dipercepat, Pemerintah Terus Tambah Alat Berat

0
50
Alat berat yang digunakan Kementerian PUPR membersihkan jalan Palu-Donggala. (Foto: Kementerian PUPR)

Palu, NAWACITA– Pemerintah terus menambah alat-alat berat untuk melakukan evakuasi, pembersihan dan pencarian para korban gempa-tsunami yang terjadi di daerah Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan intruksi agar penangan dipercepat setelah melakukan peninjaun kedua secara langsung penanganan tanggap darurat di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada, 3 Oktober 2018 kemarin.

Dalam masa tanggap darurat, Kementerian PUPR fokus untuk membantu evakuasi korban, penyediaan prasarana sarana air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing, serta kemudahan konektivitas.

“Alat berat kami sudah masuk yakni 6 unit di Petobo dan 4 unit di Balaroa termasuk 1 excavator dengan stone breaker dan akan kita tambah lagi mengingat luasnya wilayah terdampak. Diperkirakan banyak korban jiwa akibat likuifaksi,” jelas Menteri Basuki kepada awak media, (5/10).

Selain itu juga sudah digunakan 4 excavator, 1 dump truck, 1 unit loader di Balaroa. Di Petobo telah ditempatkan 7 excavator, 1 backhoe loader, 1 dump truck. Tambahan 2 excavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar juga sudah tiba di Kota Palu.

Proses pembersihan Kota Palu dilakukan menggunakan alat berat berupa 3 unit excavator, 1 loader, 1 backhoe loader, 1 Grader, dan 4 dump truck. Ditargetkan pembersihan kota akan selesai dalam waktu 2 minggu atau pertengahan Oktober 2018.

Presiden Jokowi setelah melakukan kunjungan langsung yang kedua di lokasi bencana menyatakan bahwa proses evakuasi, pembersihan, dan pencarian korban di lokasi berjalan sesuai rencana.

Saat berada di lokasi bencana, Presiden Jokowi mengunjungi beberapa lokasi dimulai dari  Rumah Sakit Darurat yang berada di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Kelurahan Petobo, Hotel Roa-Roa dan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Donggala.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Setkab)

Tinggalkan Balasan