Pemerintah Masih Pertahankan Harga BBM Tetap Normal

0
63
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Foto: Elshinta)

Jakarta, NAWACITA– Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat walaupun situasi rupiah terus ditekan oleh Dollar AS.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa harga BBM akan tetap normal.

“BBM naik? Gini pemerintah tidak merencanakan harga BBM naik dalam waktu dekat. Ya, jelas ya,” tegas Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/9).

Hal ini disampaikan Jonan atas berbagai tanggapan dan pertayaan atas wacana spekulasi penguatan rupiah dengan menaikkan harga BBM.

Informasi tersebut berdasar pada Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), yang ditutup melanjutkan pelemahan di tengah kekhawatiran investor terhadap fluktuasi rupiah.

IHSG ditutup melemah 62,27 poin atau 1,04 persen menjadi 5.905,30. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,84 poin atau 1,05 persen menjadi 931,65.

Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang di Jakarta, secara terpisah mengatakan bahwa sentimen negatif eksternal yang memicu depresiasi nilai tukar rupiah berimbas negatif ke pasar saham.

“Pergerakan mata uang yang cenderung melemah membuat investor di pasar modal khawatir dapat berdampak pada fundamental ekonomi,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa salah satu strategi pemerintah dalam menjaga fluktuasi rupiah ke depannya dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), diharapkan dapat menahan tekanan mata uang domestik ke depannya.

“Kemungkinan kebijakan kenaikan BBM akan mendapat apresiasi dari investor sehingga terbuka potensi pembalikan arah IHSG ke area positif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan kenaikan bahan bakar minyak juga dapat menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang akhirnya dapat mendorong nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS.

 

 

(Red: Hulu, sumber TS)

Tinggalkan Balasan