Pemerintah Berharap Pelabuhan Jayapura Menjadi Gerbang pembangunan Indonesia Timur

0
59
Menteri BUMN Rini Soemarno memakai topi adat khas Papua dalam acara peresmian Proyek Strategis Kawasan Timur Indonesia di lingkungan Pelindo IV di Jayapura, Jumat (24/8). (ANTARA/M Razi Rahman)

Jayapura, NAWACITA– Pemerintah terus menggenjot pembangunan kawasan Timur Indonesia terutama insfrastuktur pelabuhan agar bisa menjadi konektivitas dalam meningkatkan daya saing bangsa ditingkat global.

“Saya senang karena sudah melihat crane di Pelabuhan Jayapura, bahwa Pelabuhan Jayapura sudah bisa bersaing dengan pelabuhan internasional,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara peresmian Proyek Strategis Kawasan Timur Indonesia di lingkungan Pelindo IV di Jayapura, Jumat (24/8).

Diutarakan Rini, Presiden Joko Widodo terus melakukan penekanan agar pengembangan pelabuhan di kawasan timur terus meningkat baik dalam hal prasarana maupun dalam layanan. Termasuk pelabuhan di Jayapura.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung menuturkan 16 proyek strategis nasional yang diresmikan pada Jumat ini adalah proyek-proyek yang dibangun Perseroan menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan internal perusahaan.

“Total anggaran yang terserap untuk 16 proyek yang diresmikan ini senilai Rp2,153 triliun. Di antaranya 8 PSN yang menggunakan anggaran PMN sebesar Rp1,3 triliun dan sisanya menggunakan internal perusahaan,” papar Doso Agung.

Doso mengatakan, 8 PSN yang menggunakan dana PMN yaitu di Papua ada Pelabuhan Merauke, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Sorong. Sedangkan yang non-Papua yaitu Pelabuhan Ternate, Bitung, Kendari dan Pelabuhan Tarakan.

Menurut dia, kelemahan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yaitu infrastruktur yang masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah barat Indonesia.

Dia mencontohkan di Pelabuhan Jayapura, terakhir dilakukan investasi yakni pada sekitar 2010, sementara kinerja operasional di wilayah Papua menunjukkan peningkatan yang cukup positif.

“Setiap tahun aktivitas di Pelabuhan Jayapura mengalami peningkatan sebesar 14 persen, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung peningkatan tersebut, utamanya untuk mendukung kebutuhan aktivitas petikemas di pelabuhan paling timur di Indonesia ini,” jelasnya.

Doso menyebutkan, dengan adanya investasi yang dilakukan Pelindo IV, bisa menurunkan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau rasio penggunaan dermaga terhadap kunjungan kapal, terutama di Pelabuhan Jayapura, yang sebelumnya di atas angka 70 persen.

Dirut menegaskan, dengan investasi yang dilakukan Pelindo IV, kapasitas 16 pelabuhan yang masuk dalam PSN yang diresmikan tersebut akan meningkat dengan cukup signifikan, yaitu antara 50 hingga 500 persen atau sekitar 5 kali lipat.

Selain meresmikan 16 PSN di KTI yang dibangun oleh Pelindo IV lanjut Doso, Menteri BUMN, Rini Soemarno juga melepas ekspor sebanyak 37 kontainer komoditas Kayu Merbau yang sudah flooring dari Pelabuhan Jayapura, untuk dikirim langsung ke Shanghai, China.

 

 

(Red: Hulu, sumber Antara)

Tinggalkan Balasan