Pemerintah Akan Kirim 400 Insinyur Muda ke NTB Bangun Rumah Tahan Gempa

0
47
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi salah satu kawasan reruntuhan gempa Lombok. (Foto:Ist)

Jakarta, NAWACITA– Pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur muda untuk melakukan pemulihan dan pembangunan kembali di Lombok pasca bencana gempa yang melanda Provinsi NTB.

Presiden Joko Widodo dalam akun Twitter pribadinya mengatakan bahwa mulai pada 1 september akan dikirimkan para insinyur muda untuk mendampingi masyarakat membangun kembali rumahnya. Para insinyur muda ini akan membantu masyarakat membangun 74.000 rumah tahan gempa.

“Setelah gempa bumi, saatnya NTB bangkit kembali. Perbaikan rumah yang rusak akan kita mulai pada 1 September 2018. Pemerintah mengirimkan 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok,” cuit Presiden pada Rabu 29 Agustus 2018.

Mengutip siaran pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipublikasikan hari ini, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana gempa di NTB dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018. Pemerintah menargetkan pembangunan maupun perbaikan rumah masyarakat setempat akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan.

“Kementerian PUPR akan mengirimkan sebanyak 400 insinyur muda yang merupakan CPNS tahun 2017 untuk menjadi pendamping masyarakat dalam membangun rumah tahan gempa di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Para CPNS akan diberangkatkan secara bertahap mulai Kamis, 30 Agustus 2018 dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI,” sebagaimana yang disampaikan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dalam rilisnya.

Sebelumnya, Kepala Negara memutuskan bantuan sebesar Rp50 juta bagi tiap kepala keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat setelah bencana gempa terjadi. Nantinya, masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI.

 

 

(Red: Faiz, sumber Ist)

Tinggalkan Balasan