Pemda Se-Kepulauan Nias Teken MoU dengan Garuda Indonesia, Rute Jakarta-Nias Resmi Dibuka

0
1109
Foto bersama antara management Garuda Indonesia dan Pejabat se Kepulauan Nias.

 

Jakarta, NAWACITA– Maskapai nasional Garuda Indonesia secara resmi  meluncurkan rute penerbangan terbaru Jakarta – Gunungsitoli (Nias).

Dalam operasionalnya, Maskapai Garuda Indonesia akan menggunakan armada CRJ Bombardier 1000 Next-Gen berkapasitas 96 penumpang.

Jadwal penerbangan yang dibuka Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Jakarta – Gunung Sitoli (pp) akan beroperasi sebanyak 3 kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Pembukaan rute penerbangan baru ke Gunung Sitoli tersebut akan efektif mulai 15 November 2018.

Pembukaan ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Garuda Indonesia dengan Pemerintah Daerah di Kepulauan Nias, pada hari ini Rabu, 14/11, di Kantor Garuda City Center, Tangerang.

Rute baru penerbangan Jakarta – Gunung Sitoli terlaksana berkat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kepulauan Nias yang secara proaktif terus mendukung upaya perluasan jaringan penerbangan Garuda khususnya di Kepulauan Nias.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapkan, bahwa dilayaninya penerbangan rute Jakarta  – Gunung Sitoli (Nias) tersebut selain sebagai upaya perusahaan dalam memperkuat konektivitas juga merupakan bagian dari dukungan Garuda Indonesia bagi perkembangan perekonomian dan  wisata kepulauan Nias.

“ Pembukaan rute ini sesuai dengan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia dengan semangat BUMN hadir untuk Negeri serta perwujudan dari slogan Garuda Indonesia sebagai “One Nation, One Family, One Garuda Indonesia”, “ kata Pikri, Rabu, (14/11).

Ini merupakan langkah strategis Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi wisata dan memperluas pangsa pasar penerbangan domestik guna memperkuat jaringan penerbangan nasional.

“Kami harapkan pembukaan rute Jakarta – Gunung Sitoli  ini juga dapat turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi pariwisata nasional sekaligus menunjang pertumbuhan iklim investasi nasional melalui akses konektivitas yang nyaman bagi kalangan pebisnis dan pelaku sektor industri nasional” ungkap Pikri.

 

 

 

(Red: Faiz)

Tinggalkan Balasan