Pelaku Premanisme di Pelabuhan Gunungsitoli Dilaporkan ke Polisi

0
5792
Pelaku Premanisme di Pelabuhan Gunungsitoli Dilaporkan ke Polisi
Pelaku Premanisme di Pelabuhan Gunungsitoli Dilaporkan ke Polisi

Nias, NAWACITA – Tindakan kasar dan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami oleh Junita Hasugian dan keluarganya di Pelabuhan Angin Gunungsitoli (12/8/2019) berbuntut kasus hukum.

Baca Juga: Pelabuhan Gunung Sitoli, Amburadul dan Penuh Preman Menjelang Sail Nias 2019

Junita bersama kuasa hukumnya Martin S. Buaya SH., MH., melaporkan Daman Harefa yang berprofesi sebagai buruh angkut, diduga melakukan tindakan sarkasme dengan melontarkan penghinaan terhadap calon penumpang Kapal Viktoria.

Dalam laporannya, Junita memberikan keterangannya kepada Petugas SPKT Polres Nias, tentang perlakukan yang diterimanya dan keluarganya (13/8/2019). Laporan Junita sudah didaftarkan dengan Nomor STPLP/252/VIII/2019/NS.

Tindakan sarkasme dan penghinaan yang diterima Junita dari oknum petugas buruh tersebut, masih menimbulkan trauma bagi dia dan anaknya. Ia didatangi dan dimaki oleh yang bersangkutan yang membuat anaknya berteriak ketakutan.

Mirisnya, perlakuan kasar yang diterimanya tidak mendapat pembelaan dari Petugas resmi Pelabuhan Angin Gunungsitoli, termasuk seorang petugas jaga TNI yang dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa menyaksikan kejadian yang tidak menyenangkan tersebut.

Junita dalam halaman akun FB-nya mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah membayar semua administrasi yang berlaku sebagai syarat keberangkatan menuju Pelabuhan Sibolga. Namun, dia seolah tidak boleh menuntut haknya sebagai penumpang, bahkan dia dilarang untuk melansir sendiri barang bawaannya dengan alasan ada petugas khusus yang sudah melakukan kerjasama dengan petugas pelabuhan Gunungsitoli.

Kuasa hukum Junita melalui pernyataannya kepada pers setempat mengatakan bahwa klienya mengalami dan masih trauma atas perlakuan kasar dan terkesan premanisme. Pengaduan ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada siapapun yang bermaksud semena-mena melakukan tindakan kontraproduktif terhadap hak warga/penumpang di Pelabuhan Gunungsitoli.

Seorang warga yang terbiasa datang ke Pelabuhan, saat dikonfirmasi mengenai kejadian seperti itu, dia mengatakan bahwa tindakan seperti itu sebenarnya sudah sering terjadi. Tapi karena takut atau repot berhadapan dengan penegak hukum, maka didiamkan saja.

Tindakan premanisme di Pelabuhan Gunungsitoli menurut seorang sumber yang tidak disebutkan namanya, merupakan buntut atas amburadulnya sistem manajemen di lingkungan KSPO dan Pelindo Gunungsitoli. Dia berharap bahwa, perlakuan yang senada tidak terjadi dengan penumpang lain. Dia juga berharap bahwa Pemda turut memberi perhatian terhadap Pelabuhan Gunungsitoli. Karena Pelabuhan Gunungsitoli merupakan pintu masuk utama di laut untuk bisa masuk ke Pulau Nias.

Baca Juga: Kepulauan Nias Menyongsong Sail Nias 2019, KSOP dan Pelindo Gunungsitoli buat Ulah

Terlebih, sebentar lagi acara yang merepresentasikan Budaya dan Potensi Alam Nias, Sail Nias 2019 akan digelar dalam beberapa pekan mendatang secara serentak di seluruh Kepulauan Nias. Kita orang Nias sangat terkenal dengan karakter keramahan dan budaya yang dijunjung tinggi, untuk itu kita jangan memberi kesan kepada pengunjung dan tamu yang membuat mereka malas untuk datang berkunjung ke Pulau Nias, ucapnya kepada awak nawacitapost saat dihubungi melalui seluler.

Tinggalkan Balasan